Laporan wartawan Tribun Gayo Rasidan I Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Sebanyak 13 orang amggota tim evakuasi penjemputan jenazah pendaki Gunung Leuser asal Binjai Sumatera Utara dikerahkan.
Tim akan menjemput jenazah korban yang meninggal dunia di puncak Gunung Leuser kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Tim terjadi dari personel Polres dan Brimob serta warga setempat.
Amatan TribunGayo.com, Jumat (10/4/2026) tim penjemputan jenazah pendaki Gunung Leuser dilepas dari Kedah Kecamatan Blangjerango oleh Kabag Ops Polres Gayo Lues Kompol Iskandar.
Turut mendampingi Kabag Sumda dan Kasatreskrim serta Kasat Intelkam serta personel dari anggota TNI Koramil Blangjerango.
Diketahui, rombongan pendaki bersama Gunung Leuser asal Binjai Sumatera Utara tersebut, terdiri dari 16 orang dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Korban meninggal bernama Kris Biantoro Als Bento (49) warga Kota Binjai Sumatera Utara.
Rombongan pendaki Gunung Leuser kepuncak TNGL tersebut, sebelumnya berangkat pada tanggal 31 Maret dan sesuai dengan jadwal misi kegiatan pendakian hingga tanggal 9 April 2026 tersebut.
Hal itu disampaikan Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo melalui Kabag Ops Kompol Iskandar didampingi Kasat Reskrim Iptu M Abidinsyah SH kepada TribunGayo.com, Jumat (10/4/2026).
"Tim evakuasi penjemputan jenazah pendaki Gunung Leuser asal Binjai Sumatera Utara yang meninggal dunia, di puncak Taman Nasional Gunung Leuser tersebut," jelasnya.
Dikatakan, kini tim evakuasi dikerahkan sebanyak 13 orang yang melibatkan personel Polres Gayo Lues 4 orang.
Lalu personel Brimob Kompi Peparik Kecamatan Blangjerango 6 orang dan ditambah 3 orang warga setempat yang peran sebagai ketua tim atau guide selama ini.
"Kemungkinan besar jenazah pendaki Gunung Leuser asal Binjai Sumatera Utara, baru tiba di permukiman warga di Kedah Kecamatan Blangjerango sekitar 5-6 hari lagi atau sekitar hari Selasa atau Rabu mendatang," sebutnya.
Kabag Ops menyebutkan, para tim evakuasi sudah dibekali dengan perlengkapan secukupnya untuk kebutuhan 6 hari diperjalanan, termasuk sudah membawa kantong mayat dan tali.
"Kini medan pendakian menuju puncak Gunung Leuser tersebut, sangat ekstrim dan penuh tantangan, bahkan saat cuaca musim penghujan, sehingga para tim evakuasi bersama rombongan pendaki lainnya didoakan cepat bertemu di puncak tersebut dan kembali dengan selamat," sebutnya.(*)
Baca juga: Pendaki Asal Binjai Meninggal di Gunung Leuser, Tim Berjumlah 16 Orang, Ini Nama-namanya