Bantah Iming-imingi Lamborghini, Rey Bongkar Alasan Nikahi Sesama Wanita, Ada Ancaman Bunuh Diri
Tsaniyah Faidah April 10, 2026 09:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Erfastino Reynaldi alias Rey Malawat akhirnya muncul untuk memberikan klarifikasi terkait kasus pernikahan sesama perempuan di Kota Malang.

Rey secara tegas membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan oleh istri sirinya, Intan Anggraeni.

Dalam keterangannya, ia meluruskan kabar mengenai iming-iming harta mewah yang selama ini beredar di publik.

Rey menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menjanjikan rumah ataupun mobil mewah Lamborghini kepada Intan.

Menurutnya, informasi mengenai kado mewah di hari pernikahan tersebut tidaklah benar.

Ia justru mengklaim bahwa selama ini dirinyalah yang banyak membantu kondisi finansial Intan dan keluarganya.

Bantuan tersebut meliputi kebutuhan sehari-hari hingga urusan melunasi utang.

Mengenai identitasnya sebagai seorang perempuan, Rey menegaskan bahwa ia telah terbuka sejak awal menjalin hubungan.

Ia menyebut bahwa Intan sudah mengetahui jati diri aslinya sebelum mereka memutuskan untuk menikah.

Tidak hanya Intan, Rey juga mengklaim bahwa pihak keluarga dan lingkungan pertemanan Intan sudah mengetahui identitas tersebut.

Rey menceritakan bahwa Intan sering berkunjung ke rumahnya, sehingga kecil kemungkinan terjadi penipuan identitas.

Terkait tuduhan pemalsuan dokumen KTP, Rey memberikan bantahan serupa.

Ia menyatakan tidak pernah memanipulasi atau mengubah data pada identitas pribadinya.

"Tidak ada pemalsuan. Identitas yang saya tunjukkan adalah asli. Kalau ada cetakan, itu justru dari dia sendiri yang fotokopi KTP saya," jelas Rey.

Alasan Menikah dan Ancaman Bunuh Diri

Baca juga: Terungkap 4 Alasan Wanita Malang Tergiur Dinikahi Sesama Jenis, Dijanjikan Bakal Dirias Ivan Gunawan

Dalam keterangannya, Rey mengungkap sisi lain di balik keputusan mereka untuk menikah secara siri pada 3 April 2026.

Ia menyebutkan bahwa keinginan untuk naik pelaminan justru datang lebih dulu dari pihak Intan.

Alasan yang disampaikan saat itu adalah karena Intan mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari pasangan di hubungan sebelumnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Rey mengaku sempat ingin mengakhiri hubungan mereka sebelum pernikahan terlaksana.

Niat tersebut urung dilakukan karena situasi menjadi sangat rumit.

Rey mengeklaim adanya tekanan psikis yang cukup berat dari pihak Intan dan keluarganya.

PERNIKAHAN SESAMA JENIS: Intan Anggraeni (kiri), wanita asal Malang mengungkap alasannya tergiur dinikahi Rey (kanan) yang ternyata sesama jenis. Intan dijanjikan banyak harta oleh Rey.
PERNIKAHAN SESAMA JENIS: Intan Anggraeni (kiri), wanita asal Malang mengungkap alasannya tergiur dinikahi Rey (kanan) yang ternyata sesama jenis. Intan dijanjikan banyak harta oleh Rey. (Kompas.com)

"Saya sempat ajak selesai, tapi ada ancaman bunuh diri sampai ibunya pingsan," ungkap Rey.

Tekanan inilah yang kemudian membuat hubungan tersebut berlanjut hingga jenjang pernikahan.

Rey merasa terjebak dalam situasi yang sulit untuk dihindari karena adanya ancaman terhadap keselamatan nyawa tersebut.

Rencana ke Luar Negeri

Ia juga meluruskan kabar mengenai rencana membawa Intan ke Kamboja yang sempat dicurigai oleh pihak keluarga korban.

Rey menegaskan bahwa rencana perjalanan yang ada sebenarnya adalah menuju Yogyakarta.

Perjalanan ke Yogyakarta tersebut bertujuan untuk keperluan medis.

Rey berniat membawa Intan menjalani terapi pengobatan akibat cedera kaki yang dialami Intan.

Ia kembali menegaskan bahwa tidak pernah ada rencana untuk pergi ke luar negeri apalagi melakukan intimidasi terhadap Intan.

Baca juga: Terlapor Kasus Nikah Sesama Jenis Bantah Lakukan Penipuan, Sebut Pelapor yang Minta Dinikahi

Rey mengaku sebenarnya ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

Ia sempat mencoba menjalin komunikasi untuk mengakhiri hubungan dengan cara yang baik.

Namun, ia merasa terkejut karena laporan hukum justru datang secara tiba-tiba tanpa adanya tanggapan atas pesan yang ia kirimkan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian di Polresta Malang Kota masih terus melakukan pendalaman atas kasus ini.

Petugas masih mengumpulkan keterangan dan bukti terkait dugaan pemalsuan dokumen yang dilaporkan oleh pihak Intan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.