PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Satu orang meninggal dan satu lainnya luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas di kawasan tak jauh dari lampu merah Jalan Mentok, Kota Pangkalpinang, Rabu (8/4/2026) malam.
Korban yang meninggal adalah pengendara sepeda motor Yamaha Fiz R bernama Muhammad Risky Fathona (23), warga Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.
Kasus kecelakaan ini masih ditangani Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang.
"Kami datang ke sini (lokasi kecelakaan–red) terkait laporan dari 110 yang menelepon ke Polresta Pangkalpinang bahwa menyatakan adanya lakalantas di lampu merah Jalan Mentok, tepatnya di dekat Bakso Party," kata anggota Polresta Pangkalpinang Ipda Arief kepada Bangka Pos, Rabu malam.
"Pada saat kami sampai di TKP (tempat kejadian perkara), kita lihat ada korban yang sudah tergeletak dengan kondisi meninggal dunia. Menurut informasi saksi-saksi yang kita peroleh, untuk kejadian ini belum bisa dipastikan apakah dia (korban–red) terserempet orang dulu, habis itu ditabrak lagi, belum kita pastikan," tutur Arief.
Dia menambahkan, kecelakaan terjadi pada saat situasi jalan sedang lengang sehingga hanya ada sedikit (minim) saksi yang berada di TKP.
"Untuk perkembangan lebih lanjut, nanti akan diteruskan oleh satuan lalu lintas kita (Satlantas Polresta Pangkalpinang–red),” ujar Arief.
“Sekarang korban yang meninggal dunia satu orang, satu orang mengalami luka-luka sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Primaya Hospital Bhakti Wara untuk yang mengalami luka-luka, dan korban yang meninggal dunia juga berada di Rumah Sakit Primaya Bhakti Wara," sambungnya.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan dua sepeda motor mengalami kerusakan. Kedua sepeda motor tersebut diamankan di Mapolresta Pangkalpinang.
"Terkait untuk kendaraan, terdapat dua kendaraan yang sementara kita amankan, satu buah jenis (motor) bebek dan satu buah jenis Vespa matik," kata Arief.
Pihaknya masih terus mengumpulkan alat bukti dan saksi-saksi untuk mengetahui kronologis lakalantas maut tersebut.
"Untuk hal tersebut belum kita pastikan. Kita masih mau cek fakta-fakta di lapangan. Begitu terdapat fakta di lapangan sudah terang terkait kasus ini, baru nanti disampaikan kembali," ujar Arief.
Saat kecelakaan tersebut terjadi, seorang sopir truk yang sedang menikmati makan malam di sebuah warung pecel lele yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi kejadian, mengaku mendengar suara benturan keras.
Ia pun berhenti makan dan bergegas keluar warung untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Tadi lagi makan. Kronologisnya saya tidak tahu, tetapi baru 4 kali suapan nasi ada bunyi benturan keras dari luar, dan saya keluar, warga sudah ramai. Jadi, saya tidak tahu kronologis kejadian," katanya kepada Bangka Pos, Rabu malam.
Ia juga mengaku terkejut dan tidak menyangka ada korban lakalantas meninggal dunia dan yang lainnya mengalami luka-luka.
"Satu meninggal dan sudah dibawa ke rumah sakit, tadi tergeletak di sana (dekat mobil) dan saya baru tahu ada korban lain, tetapi tidak meninggal, hanya mengalami luka-luka itu perempuan, dan korban meninggal dunia laki-laki," tuturnya.
Sekitar pukul 23.15 WIB, keluarga almarhum Muhammad Risky Fathona tiba di Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang.
"Bu maaf, mana korban lakalantas tadi yang dibawa ke sini (rumah sakit) atas nama Risky?” tanya salah satu kerabat korban.
"Ini, Pak, masuk dalam dan di balik tirai jenazah korban," jawab salah satu petugas medis.
Saat melihat kondisi jenazah korban yang tergeletak di tempat tidur pasien di ruang IGD, keluarga pun menangis.
"Ya Allah, ya Allah, Nak," ucap seorang pria sembari menangis.
Tak lama kemudian, pria yang mengaku keluarga korban keluar menemui perawat dan duduk di dekat meja tenaga medis.
"Iya, saya keponakan korban (Risky). Ini saya mau menghubungi keluarga lainnya," kata seorang pria berjaket hitam kepada Bangka Pos. (v1)