TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Polisi tengah mengusut aksi sekelompok remaja bersenjata tajam yang diduga hendak menyerang permukiman warga di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.
"Kejadian dua hari lalu itu sudah kita terima laporan, sudah kita cek," ujar Aqsha saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
Meski demikian, Aqsha memastikan tidak terjadi kontak fisik antara kelompok remaja tersebut dengan warga setempat.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sekelompok remaja beramai-ramai mendatangi permukiman warga sambil membawa sejumlah senjata tajam.
Beberapa di antaranya terlihat membawa senjata tajam, sementara satu orang lainnya membawa gayung berwarna biru yang diduga berisi air keras.
Kelompok remaja terlihat berlari menuju permukiman warga, hingga salah satu pelaku menyiramkan cairan dari gayung ke arah rumah warga.
Warga yang berada di lokasi kemudian keluar rumah dan memperlihatkan bekas cairan yang diduga air keras tersebut.
"Anak-anak itu informasinya seperti mau menyerang, tapi tidak ada kontak fisik yang terjadi," jelasnya.
Terkait dugaan penyiraman air keras, Aqsha menyebut tidak ada korban dalam insiden tersebut.
"Enggak ada korban. Air keras itu ditumpahkan di jalan, hanya untuk menakut-nakuti," katanya.
Namun demikian, polisi masih mendalami kandungan cairan yang disiramkan tersebut.
Aqsha juga membenarkan adanya bekas cairan di lokasi kejadian.
"Memang ada bekas seperti air yang ditumpahkan di jalan, masih kita dalami," tambahnya.