Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) sejak dibentuk pada bulan Februari 2025 hingga saat ini, berhasil menyelamatkan keuangan aset negara mencapai Rp371 triliun.

“Penyelamatan keuangan aset negara yang mencapai Rp371.100.411.043.235,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin selaku Wakil Ketua I Pengarah Satgas PKH dalam kegiatan Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara serta Penguasaan Kembali Kawasan Hutan Tahap VI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat.

Dalam penyampaiannya, dipaparkan pada layar bahwa jumlah tersebut diserahkan dalam enam kali penyetoran. Berikut rinciannya:

  1. Setoran tahap pertama sebesar Rp13.255.244.538.149,00 pada 20 Oktober 2025 terkait kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan turunannya.
  2. Setoran tahap kedua sebesar Rp6.625.294.190.469,00 pada 24 Desember 2025 yang berasal dari denda administratif kawasan hutan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tindak pidana korupsi.
  3. Setoran tahap ketiga sebesar Rp11.420.104.815.858,00 pada 10 April 2026 yang berasal dari denda administratif kawasan hutan dan PNBP tindak pidana korupsi.
  4. Setoran tahap keempat sebesar Rp2.306.292.710.054,00 yang berasal dari setoran pajak PBB dan PNBP tahun 2025 serta sebesar Rp453.928.316.611,00 dari setoran pajak PT Agrinas Palma Nusantara periode 31 Desember 2025.
  5. Setoran tahap kelima sebesar Rp1.000.000.000.000 dari escrow account hasil pengelolaan barang bukti PT Duta Palma.
  6. Setoran tahap keenam sebesar Rp336.039.546.472.094,00 yang merupakan nilai estimasi aset kawasan hutan yang dikuasai kembali seluas 5.888.233,57 hektare (Rp57.106.648,83 per hektare).

Adapun pada Jumat hari ini, Satgas PKH melaksanakan penyerahan lahan hutan tahap VI seluas lima juta hektare lebih kepada negara.

Jaksa Agung menjelaskan bahwa lahan hutan seluas itu berasal dari sektor perkebunan sawit maupun sektor pertambangan.

Ia merinci, pada sektor perkebunan sawit, sejak Februari 2025 hingga saat ini, Satgas PKH berhasil melakukan penguasaan kembali hutan seluas hektare. Sementara itu, pada sektor pertambangan, Satgas PKH berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas 10.297,22 hektare.