Dapur SPPG Angsana Meledak, Warga Toboali Panik, Kaca Pecah dan Dinding Rumah Mengalami Retak
Hendra April 10, 2026 11:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Mendadak terdengar suara dentuman keras di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan sekitar pukul 15.30 WIB, Jumat (10/4/2026).

Suaranya menggelegar, menggetarkan dinding-dinding rumah warga. Suara dentuman itu diketahui berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsana.

Dalam hitungan detik, suasana berubah dari biasa menjadi penuh kepanikan, ketika warga berhamburan keluar rumah dengan wajah cemas.

Tak ada yang siap, tak ada yang menduga, semuanya terjadi begitu cepat dan mengguncang. Di rumah yang berdempetan dengan bangunan dapur itu, Suhardi hanya bisa terpaku sesaat sebelum akhirnya tersadar.

Dentuman keras membuat kaca jendela di rumahnya pecah berhamburan. Dinding yang selama ini kokoh mendadak retak, meninggalkan garis panjang yang menganga. Di sudut ruangan, anak bungsunya yang masih balita menangis histeris, tubuh kecilnya gemetar ketakutan.

“Jendela pecah, dinding retak dan anak bungsu saya trauma menangis keras saat ledakan terjadi,” ucapnya kepada Bangkapos.com.

Menurutnya suara ledakan itu bukan hanya mengguncang bangunan, tetapi juga menggugah ketenangan hati warga sekitar. Orang-orang keluar rumah tanpa alas kaki, sembari berusaha mencari tahu sumber suara.

Ledakan itu terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Warga sempat mengira terjadi peristiwa besar seperti kebakaran atau ledakan gas berskala besar.

“Kami kaget sekali, suara ledakannya sangat keras dan semua warga langsung keluar rumah,” sebut Suhardi.

Pasca kejadian tersebut, Suhardi bersama warga lainnya mendesak pemerintah untuk segera menutup operasional SPPG Angsana. Mereka menilai keberadaan fasilitas tersebut terlalu dekat dengan permukiman padat penduduk sehingga berpotensi membahayakan keselamatan warga. Selain itu, kejadian ini dinilai menjadi bukti bahwa risiko yang ditimbulkan sangat nyata.

“Kami warga sekitar SPPG Angsana ini meminta SPPG Angsana ditutup dan dipindahkan ke tempat lain yang jauh dari padat penduduk,” tegasnya.

Kerusakan akibat ledakan terlihat jelas di beberapa bagian bangunan, terutama di area belakang dapur SPPG Angsana. Pintu belakang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat tekanan dari dalam. Selain itu, sejumlah rumah warga yang bersebelahan langsung dengan lokasi juga mengalami dampak berupa retakan dinding dan pecahnya kaca jendela.

Seperti diketahui SPPG Angsana baru beroperasi pada Senin (24/4/2026) silam. Peresmian SPPG tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.