Sekolah Rakyat di Bangka Selatan Siap Dibangun, 5.000 Keluarga Miskin Jadi Prioritas
M Zulkodri April 10, 2026 11:03 PM

BANGKAPOS.COM--Pemerintah bersiap membangun program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dengan menyasar sekitar 5.000 keluarga penerima manfaat (KPM).

Program ini dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di kalangan masyarakat kurang mampu.

Sekolah Rakyat akan mengusung konsep pendidikan berasrama gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih berkualitas serta memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bangka Selatan, Nasrullah, mengatakan ribuan KPM tersebut berasal dari data penerima bantuan sosial yang telah terverifikasi di daerah.

“Jumlah penerima bantuan sosial di Bangka Selatan mencapai sekitar 5.000 KPM, dan sebagian besar masih memiliki anak usia sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Mereka menjadi prioritas utama program ini,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, sasaran program tidak hanya terbatas pada penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), tetapi juga mencakup kelompok miskin ekstrem yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Selain itu, anak-anak yang putus sekolah juga akan diprioritaskan untuk kembali mendapatkan akses pendidikan melalui program ini.

Menurut Nasrullah, Sekolah Rakyat dirancang secara komprehensif dengan menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gedung sekolah, asrama, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan sehari-hari siswa.

Seluruh biaya pendidikan akan ditanggung oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial.

“Dengan konsep berasrama, peserta didik akan mendapatkan pembinaan yang lebih optimal dalam satu lingkungan yang terintegrasi,” jelasnya.

Sistem pendidikan di Sekolah Rakyat juga akan disusun berjenjang dalam satu kawasan, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Hal ini memungkinkan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan hingga siswa menyelesaikan pendidikan menengah.

Tidak hanya fokus pada akademik, kurikulum yang diterapkan juga akan menekankan pendidikan karakter, kepemimpinan, serta keterampilan vokasi.

Materi kewirausahaan turut dimasukkan guna membekali siswa agar siap menghadapi dunia kerja.

“Kurikulum tidak hanya akademik, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan. Harapannya, lulusan Sekolah Rakyat mampu mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu jadwal survei lanjutan dari Kementerian Sosial untuk memastikan kesiapan lahan serta berbagai aspek pendukung lainnya.

Setelah tahapan tersebut selesai, akan dibentuk tim lintas instansi untuk mempercepat proses pembangunan.

“Survei lanjutan masih menunggu dari pusat, dan diharapkan segera dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.

Program Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam pemerataan pendidikan di Bangka Selatan.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan program tersebut.

Selain membuka akses pendidikan yang lebih luas, program ini juga diyakini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di masa depan.

“Harapannya tentu program ini bisa memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” pungkas Nasrullah.

 (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.