TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Empat boks daging anjing seberat 200 kilogram yang dikirim secara ilegal gagal masuk ke Maluku Utara.
Saat tiba di Pelabuhan Manado, pada Kamis malam (9/4/2026), petugas dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulawesi Utara mengagalkan pengiriman tersebut.
Komoditas ini ditemukan tanpa dokumen karantina di dalam dek dua kapal KM Cantika 7F saat petugas karantina melakukan pengawasan dan Operasi Patuh Karantina.
Saat ditemukan, empat boks berisikan daging anjing tersebut berstatus sebagai barang kiriman yang tidak diketahui pemiliknya.
Sebagai tindak lanjut, petugas Karantina Sulawesi Utara selanjutnya mengamankan barang bukti ke pos pelayanan Pelabuhan Manado untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Penegakan Hukum (Gakkum).
Penegakan aturan ini dilakukan sesuai aturan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Pengiriman ini berisiko tinggi menjadi bibit penyebaran virus rabies antarwilayah.
"Tanpa jaminan kesehatan dari karantina, daging ini bisa menjadi ancaman serius bagi keamanan hayati dan kesehatan masyarakat di daerah tujuan,” tegas Agus Mugiyanto, Kepala Karantina Sulawesi Utara.
Agus juga menjelaskan bahwa daging anjing bukan termasuk produk pangan.
Oleh karena itu, melalulintaskannya tanpa dokumen karantina ataupun tanpa jaminan kesehatan adalah pelanggaran serius.
Hal ini memperkuat alasan petugas karantina untuk tidak mengizinkan komoditas tersebut keluar dari Pelabuhan Manado.
Kata dia, untuk melalulintaskan daging antararea melalui jalur laut dan udara, lapor ke petugas karantina adalah prosedur wajib.
"Pemilik komoditas juga harus memiliki dokumen pendukung seperti hasil laboratorium yang menyatakan kesehatan komoditas ataupun sertifikat veteriner dari otoritas terkait,” tambah Agus.
Agus mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu mematuhi prosedur karantina saat mengirimkan berbagai komoditas hewan, ikan dan tumbuhan melalui perjalanan laut dan udara antardaerah.
"Hal ini adalah upaya bersama untuk menjaga keamanan hayati dan keamanan masyarakat dari berbagai ancaman penyakit," pungkas dia.
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK