Wali Kota Ambon: Sampah Laut Tak Bisa Diatasi Satgas, Kesadaran Warga Jadi Kunci
Ode Alfin Risanto April 10, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan penanganan sampah di laut tak bisa andalkan tim Satuan Tugas (satgas) tapi kesadaran masyarakat. 

Pernyataan ini terkhusus untuk pengelolaan sampah di kawasan Pasar Mardika, mengingat sampah lebih banyak terlihat di bibir pantai. 

Wattimena menegaskan pembentukan satgas bukanlah solusinya, apalagi kebijakan efisiensi anggaran saat ini. 

“Lagi-lagi saya sampaikan bahwa kita tidak akan berhasil dalam pengelolaan sampah ini kalau masyarakat belum sadar. Kita bisa melarang, kita bisa bentuk satgas, tapi mau jaga sampai kapan? Setiap kebijakan itu pasti membutuhkan anggaran, sementara kita juga terbatas,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (10/4/2026). 

Baca juga: Fraksi Demokrat Soroti Ketimpangan Anggaran OPD Malteng, Dorong Evaluasi & Digitalisasi Retribusi

Baca juga: Kadis DLHP Ambon, Apries Gaspersz Daftarkan Diri Sebagai Calon Sekkot: Motivasi Cinta Kota 

Ia mengakui, meskipun pengawasan melalui satgas bisa dilakukan, namun efektivitasnya terbatas jika tidak diikuti perubahan perilaku warga.

Wali Kota mengakui upaya yang dilakukan saat ini dengan menata kembali kawasan pesisir mardika. 

Dengan penertiban lapak-lapak liar dan tidak ada aktivitas di kawasan itu, dapat menekan adanya indikasi sampah. 

“Kalau nanti tidak ada lagi lapak-lapak yang berjualan di situ, maka otomatis tidak ada lagi yang membuang sampah ke laut. Ini bagian dari solusi yang kita dorong,” jelasnya.

Upaya lainnya dengan memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, sebagai bentuk pengawasan dari pemerintah. 

Mengingat kawasan ini merupakan area yang luas dan pemerintah tidak bisa memantau setiap saat. 

“Laut ini luas, pemerintah tidak mungkin menjaga setiap jengkal pesisir. Karena itu kita terus mengedukasi dan mengajak masyarakat supaya tidak membuang sampah ke laut,” pungkasnya

Disisi lain, Wattimena juga menekan pentingnya sistem pengelolaan sampah terintegrasi di Pasar Hatukau yang sementara dibangun. 

Sehingga jika sudah selesai, tidak ada aktivitas pembuangan sampah di laut, mengingat lokasi pembangunan berada di bibir pantai. 

“Saya minta Pasar Hatukau yang sementara dibangun harus dilengkapi dengan pengelolaan sampah yang baik, sehingga sampah bisa terkelola di situ,” tegasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.