Dorong Stabilitas Jaringan Listrik, Doktor ITPLN Kaji Algoritma Fast Charging EV Berbasis AI
Acos Abdul Qodir April 11, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Percepatan pengisian baterai kendaraan listrik masih menjadi tantangan besar dalam transisi menuju energi bersih.

Teknologi fast charging berbasis DC memangkas waktu pengisian secara signifikan, namun berisiko meningkatkan suhu baterai, menurunkan kesehatan baterai, dan membebani jaringan listrik tegangan menengah 20 kV.

Dalam sidang doktoral di Universitas Negeri Malang, Kamis 9 April 2026, dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN) Samsurizal memaparkan kajian mengenai optimasi pengisian cepat kendaraan listrik berbasis kecerdasan buatan.

“Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan kendaraan listrik adalah bagaimana mempercepat pengisian tanpa merusak baterai dan tanpa mengganggu jaringan listrik,” ujar Samsurizal dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Penelitian ini juga menyoroti konsep Vehicle-to-Grid (V2G), yakni teknologi yang memungkinkan kendaraan listrik tidak hanya mengonsumsi energi, tetapi juga menyuplai listrik kembali ke jaringan.

Menurut Samsurizal, jika tidak dioptimalkan, fast charging dapat berdampak pada umur baterai dan kestabilan sistem listrik secara keseluruhan.

Sebagai pendekatan, ia mengusulkan penggunaan Thunderstorm Algorithm, metode optimasi berbasis kecerdasan buatan yang terinspirasi dari fenomena badai petir. Algoritma ini bekerja dalam tiga tahap, mulai dari pembentukan solusi awal, pencarian jalur optimal, hingga evaluasi dan konvergensi.

“Metode ini mencari titik optimal antara performa pengisian dan keamanan sistem,” jelasnya.

Baca juga: Rentosertib: Terobosan Pengobatan Fibrosis Paru Idiopatik Berkat Kecerdasan Buatan

Kajian ini dinilai memberi kontribusi strategis bagi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Manfaatnya antara lain meningkatkan efisiensi pengisian, memperpanjang umur baterai, menjaga stabilitas jaringan listrik, serta membuka peluang integrasi kendaraan listrik dalam sistem energi cerdas atau smart grid.

“Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, teknologi pengisian yang efisien dan stabil menjadi kunci masa depan energi berkelanjutan,” imbuhnya.

Riset ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan energi dan menjaga kredibilitas sistem listrik nasional. Dengan inovasi algoritma fast charging berbasis AI, Indonesia berpeluang memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus memastikan stabilitas jaringan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan energi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.