TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Petugas kelurahan di Kota Bogor, Jawa Barat tak ada yang bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Seperti diketahui, per Jumat (10/4/2026) ini WFH mulai diterapkan di Kota Bogor dalam rangka penghematan atau efisiensi energi atas instruksi pemerintah pusat.
Namun di lingkungan kelurahan nampaknya sulit menerapkan WFH sehingga semua aparatur kelurahan tetap masuk kantor.
Seperti yang terjadi di Kelurahan Paledang, Kota Bogor.
Pantauan TribunnewsBogor.com, kelurahan ini kondisinya dicek langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie Rachim dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya.
"Personel full tetep ya ?," tanya Bima Arya saat mendatangi Kantor Kelurahan Paledang, Jumat.
"Full personel full," jawab Lurah Paledang Ali Firdaus mengangguk.
Lurah Paledang menjelaskan bahwa kebetulan di hari Jumat (10/4/2026) ini di kantor kelurahan ada agenda pembagian telur untuk balita dan ibu hamil.
Pembagian telur ini diketahui merupakan program intervensi gizi yang menjadi salah satu bagian penanganan stunting.
Lurah Paledang juga menjelaskan bahwa di kantornya ada Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang seharusnya WFH.
"Di sini kan ada petugas PLKB pak, kebetulan WFH dia, dia di bawah BKKBN. Tapi karena ada pembagian telur, jadi dia hadir, dia masuk," kata Lurah Paledang.
Baca juga: Atasi Polusi Udara, Menpan RB Kaji Wacana PNS di DKI Jakarta Work from Home
"Memang kalau di wilayah kalau WFH repot ya," ucap Bima Arya.
Usai melakukan peninjauan ke beberapa titik di Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa penerapan WFH ASN di Kota Bogor sementara ini berjalan dengan baik dan pelayanan tetap berjalan.
"Kami melihat juga pelayanan publik tetap berjalan, karena di wilayah di kecamatan kelurahan tidak WFH, semua bekerja dengan baik," kata Bima Arya kepada wartawan.
Namun penerapan WFH dan efisiensi energi di lingkungan ASN Kota Bogor masih harus dievaluasi untuk mengetahui ada tidaknya kendala saat WFH diterapkan.
"Setiap bulan akan kita evaluasi," ungkap Bima Arya.