Harga BBM Tak Naik, Bahlil Klaim Indonesia Sudah Lewati Krisis Minyak, Ingatkan Rakyat Soal Ini
Nur Nihayati April 11, 2026 02:19 AM

Harga BBM Tak Naik, Bahlil Klaim Indonesia Sudah Lewati Krisis Minyak, Ingatkan Rakyat Soal Ini

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah hingga Sabtu (11/4/2026) memutuskan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan geopolitik global dan lonjakan harga minyak dunia. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia telah melewati fase krisis pasokan energi yang sempat dipicu konflik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026). 

Ia menegaskan, kondisi pasokan energi nasional saat ini dalam keadaan terkendali meskipun dinamika global masih berlangsung.

"Jadi sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewati," ujar Bahlil.

Menurutnya, ketahanan energi nasional tetap terjaga dengan stok BBM yang berada di atas ambang batas aman. 

Pemerintah mencatat cadangan BBM nasional saat ini mampu bertahan lebih dari 20 hari, sementara stok elpiji juga berada di atas 10 hari.

"Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua, elpiji elpiji kita di atas 10 hari," tegasnya, dilansir dari Kompas.com.

Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan harga energi global. 

Hingga kini pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi internasional, termasuk potensi gangguan distribusi dan fluktuasi harga minyak mentah.

Meski kondisi pasokan dinyatakan aman, Bahlil mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan energi. 

Ia menekankan pentingnya efisiensi konsumsi BBM dan elpiji guna menjaga ketahanan energi nasional.

"Saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk elpiji," katanya.

Bahlil Nyatakan Akan Ada Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi

Disisi lain, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka peluang adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dalam waktu dekat. 

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri agenda di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026) malam. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan final terkait penyesuaian harga BBM, karena saat ini masih dalam tahap perhitungan intensif.

“Mengenai dengan BBM yang RON 92, 95, 98, termasuk dengan solar yang Pertamina Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai," ujar Bahlil, dilansir dari Kompas.com.

Menurutnya, proses kalkulasi tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara dan swasta. 

“Sekarang kita masih melakukan exercise. Dan mudah-mudahan doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi," jelasnya.

Pemerintah juga tengah mempertimbangkan faktor harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebagai salah satu indikator utama.

"Tapi sampai dengan sekarang kita masih melakukan perhitungan dengan badan usaha, seperti Pertamina dan swasta," imbuh Bahlil.

Harga BBM Subsidi 

Hingga 11 April 2026, untuk jenis Pertalite dipatok Rp10.000 per liter, sementara Solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter di seluruh SPBU Pertamina.

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Solar: Rp 6.800 per liter

Harga BBM Nonsubsidi Bervariasi

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax (Ron 92), Pertamax Green, Pertamax Turbo,Pertamina Dex, Dexlite menunjukkan variasi antarwilayah Indonesia.

Dilansir dari informasi resmi PT Pertamina Patra Niaga, berikut daftar harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU Pertamina Indonesia: 

Aceh dan Sumatera Utara:
-Pertamax: Rp 12.600
-Pertamax Turbo: Rp 13.350
-Dexlite: Rp 14.500
-Pertamina Dex: Rp 14.800

 Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung:
-Pertamax: Rp 12.600
-Pertamax Turbo: Rp 13.350
-Dexlite: Rp 14.500
-Pertamina Dex: Rp 14.800

Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau:
-Pertamax: Rp 12.900
-Pertamax Turbo: Rp 13.650
-Dexlite: Rp 14.800
-Pertamina Dex: 15.100 

FTZ Sabang:
-Pertamax: Rp 11.550
-Dexlite: Rp 13.250

FTZ Batam:
-Pertamax: Rp 11.750
-Pertamax Turbo: Rp 12.400
-Dexlite: Rp 13.450
-Pertamina Dex: Rp 13.800

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur:
-Pertamax: Rp 12.300
-Pertamax Turbo: Rp 13.100
-Pertamax Green 95: Rp 12.900
-Dexlite: Rp 14.200
-Pertamina Dex: Rp 14.500

Bali dan Nusa Tenggara Barat:
-Pertamax: Rp 12.300
-Pertamax Turbo: Rp 13.100
-Dexlite: Rp 14.200
-Pertamina Dex: Rp 14.500

Nusa Tenggara Timur:
-Pertamax: Rp 12.600
-Pertamax Turbo: Rp 13.350
-Dexlite: Rp 14.500
-Pertamina Dex: Rp 14.800

Kalimantan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur :
-Pertamax: Rp 12.600
-Pertamax Turbo: Rp 13.350
-Dexlite: Rp 14.500
-Pertamina Dex: Rp 14.800

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara:
-Pertamax: Rp 12.900
-Pertamax Turbo: Rp 13.650
-Dexlite: Rp 14.800
-Pertamina Dex: Rp 15.100

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat:
-Pertamax: Rp 12.600
-Pertamax Turbo: Rp 13.350
-Dexlite: Rp 14.500
-Pertamina Dex: Rp 14.800 

Maluku dan Maluku Utara:
-Pertamax: Rp 12.600
-Dexlite: Rp 14.500

Papua:
-Pertamax: Rp 12.600
-Dexlite: Rp 14.500
-Pertamax Turbo: Rp 14.800

Papua Barat dan Papua Barat Daya:
-Pertamax: Rp 12.600
-Dexlite: Rp 14.500
-Pertamina Dex: Rp 14.800

Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan:
-Pertamax: Rp 12.600
-Dexlite: Rp 14.500 

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.