Jembatan Cirahong Penghubung Tasik-Ciamis Tak Horor Lagi, Malam Hari Sudah Terang Benderang
Dedy Herdiana April 11, 2026 08:35 AM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Wajah baru Jembatan Cirahong kini menjadi sorotan. Jembatan penghubung Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis itu tak lagi identik dengan suasana gelap dan “horor” saat malam hari.

Penataan mulai terlihat usai kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Kamis (9/4/2026).

Kini, sepanjang jembatan telah dilengkapi penerangan jalan umum (PJU), marka jalan, serta rambu lalu lintas dua arah.

Lampu berbasis panel surya yang terpasang membuat suasana jembatan jauh lebih terang sekaligus menambah nilai estetika kawasan.

Kondisi ini pun disambut positif oleh masyarakat, khususnya para pengguna jalan.

Ahmad, warga Ciamis, mengaku kini lebih nyaman melintasi jembatan pada malam hari.

“Sekarang jauh lebih terang, jadi lebih aman juga. Dulu kalau malam agak serem,” ujarnya, Jumat (10/4/2026) malam.

Hal senada disampaikan Siti (28), pekerja yang rutin melintas menuju Tasikmalaya. Ia menilai penerangan membuat visibilitas jalan jauh lebih baik.

“Dengan adanya lampu ini jadi lebih jelas lihat jalan. Semoga ke depan bisa makin ditata, mungkin jadi tempat wisata juga,” katanya.

AKAN PASANG APILL - Kondisi arus lalu lintas di Jembatan Cirahong Ciamis, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat akan memasang APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) di Jembatan Cirahong dalam waktu dekat.
AKAN PASANG APILL - Kondisi arus lalu lintas di Jembatan Cirahong Ciamis, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat akan memasang APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) di Jembatan Cirahong dalam waktu dekat. (TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini)

Baca juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Singgung Hal Ini Saat Berjalan di Jembatan Cirahong

 
Fokus Awal: Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, Uga Yugaswara, menegaskan penataan saat ini masih difokuskan pada aspek dasar keselamatan.

“Untuk sementara kita fokus ke pemenuhan fasilitas dulu, seperti rambu-rambu, marka jalan, dan PJU,” ujarnya.

Ia menyebut, saat ini terdapat sekitar 10 titik lampu PJU dari pemerintah kabupaten di kawasan menuju jembatan.

Ke depan, direncanakan ada tambahan penerangan dari pemerintah provinsi, meski masih dalam proses.

Dishub juga belum membahas penempatan petugas khusus di lokasi. Evaluasi akan dilakukan melihat perkembangan di lapangan, termasuk potensi kepadatan lalu lintas.

 
Potensi Wisata, Tapi Perlu Antisipasi

Penataan Jembatan Cirahong juga membuka peluang pengembangan kawasan menjadi destinasi wisata. Gubernur bahkan sempat menggagas penataan warung dengan konsep khas Sunda.

Namun, pemerintah mengingatkan pentingnya antisipasi jika terjadi peningkatan aktivitas.

“Kalau nanti jadi daya tarik wisata, harus diantisipasi agar tidak terjadi kepadatan arus lalu lintas,” kata Uga.

Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, memastikan kondisi saat ini masih aman dan terkendali.

Aktivitas masyarakat, termasuk pedagang di sekitar jembatan, belum menimbulkan kemacetan.

“Sejauh ini aman, belum ada kepadatan. Aktivitas warga juga masih normal,” ujarnya.

 
Masih Ada Titik Gelap, Warga Diminta Waspada

Meski jembatan sudah terang, masih terdapat beberapa titik gelap, terutama di ruas jalan menuju lokasi yang tertutup rimbunnya pohon bambu.

Pengendara masih harus mengandalkan lampu kendaraan di area tersebut.

Selain itu, pengguna jalan juga diimbau tetap berhati-hati karena jembatan tersebut masih aktif digunakan sebagai jalur kereta api.

 
Harapan Penataan Berkelanjutan

Penataan awal ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan kawasan yang lebih optimal.

Tidak hanya sebagai jalur transportasi vital, tetapi juga sebagai ikon daerah yang menarik bagi wisatawan.

Masyarakat pun berharap pemerintah terus melanjutkan penataan tanpa mengganggu fungsi utama jembatan sebagai penghubung penting antarwilayah.

 

Sekilas tentang Jembatan Cirahong

Jembatan Cirahong adalah jembatan kereta api bersejarah peninggalan Belanda yang dibangun pada 1893, menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis di Jawa Barat.

Jembatan ini unik karena struktur double deck (dua lantai): bagian atas untuk kereta api (Daop 2 Bandung) dan bawah untuk kendaraan roda dua serta pejalan kaki.

Jembatan Cirahong ini memiliki panjang 202 meter dan tinggi 66 meter, material rangkanya berupa baja yang didatangkan dari Eropa.

Jembatan ini menjadi salah satu peninggalan Belanda yang masih beroperasi aktif hingga saat ini dan menjadi cagar budaya.

Dalam upaya perawatan, landasan kayu di bagian bawah jembatan rutin diganti oleh PT KAI setiap 2–3 tahun sekali untuk keamanan.

Saat ini, Jembatan Cirahong tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur vital penghubung dua kabupaten, tetapi juga menjadi objek wisata sejarah yang unik karena pemandangannya ke arah Sungai Citanduy, terlebih kini sudah terang benderang saat malam hari.  (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.