KALSEL TERPOPULER: Jasad Siswi di Kamar Kos, Pelajar Tertimpa Lemari, Ikan Satu Keramba Mati
Mulyadi Danu Saputra April 11, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aneka peristiwa yang menyedot perhatian dan memantik simpati terjadi di wilayah Kalimantan Selatan pada Jumat (10/4/2026).

Yang paling jadi sorotan adalah kematian seorang siswi SMKN di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HSU). Sempat tak terlihat 3 hari, jasadnya ditemukan dalam kamar kos

Baca juga: KALSEL TERPOPULER: Lurah Siapkan Hadiah Uang, Tiket Pesawat Rp 18 Juta, Sidang Langka di Banjarmasin

Kejadian lainnya, seorang siswi SMAN di Kabupaten Kotabaru yang terluka akibat tertimpa lemari saat rumahnya ambruk.

Sementara itu, kesedihan dan kerugian dialami satu petani ikan di Kabupaten HSS. Ikan satu keramba miliknya mati mendadak dan tersisa 5 ekor.

1. Kematian Misterius Siswi SMKN di Kamar Kos

AMUNTAI - Warga Ujung Murung, Amuntai, dihebohkan oleh penemuan jasad perempuan di kamar kos milik H Fahrul, di Ujung Murung RT 01, Kecamatan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HUS)
 
Jasad tersebut ditemukan oleh pemilik kos pada Jumat (10/4/2026) siang, setelah teman-temannya datang ke kos untuk mencari yang bersangkutan.

Diketahui, jasad perempuan yang diketahui bernama Hana (18) itu pelajar SMKN 1 Amuntai asal Kota Balikpapan Kalimantan Timur. 

Dia tinggal sendirian di kamar kos tersebut dan telah tiga hari tidak masuk sekolah. Hal itu membuat teman-temannya khawatir.

Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Ps Kasi Humas Iptu Asep, menyampaikan keberadaan jasad Hana diketahui setelah adanya laporan dari teman sekolah Hana. 

"Yang bersangkutan dikabarkan sudah tiga hari tidak masuk sekolah. Lalu teman-temannya berinisiatif datang ke kosnya," terang Iptu Asep.

"Setelah dipanggil di depan pintu, tidak ada jawaban, kemudian temannya melaporkan ke pihak kos. Pemilik kos memutuskan untuk membuka pintu kamar dan menemukan jasad korban," tambahnya.

Jasad korban telah dibawa ke RSUD Pambalah Batung Amuntai untuk dilakukan visum. Hasil visum sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Sudah di RSU Pambalah Batung Amuntai, lagi visum. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Cuma ada ditemukan obat berupa vitamin. Kemungkinan sakit," tambah Iptu Asep.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Pihak kepolisian juga akan terus melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti-bukti.

 

2. Pelajar Luka Tertimpa Lemari Saat Rumahnya Ambruk

KOTABARU - Satu rumah ambruk di kawasan Pelabuhan Empat Serangkai, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kamis (9/4/2026) siang.

Musibah itu menimpa rumah Siti Fatimah yang dihuni bersama anaknya, Carisa (17).

Penuturan Carisa, dia tidak mengetahui awal kejadian karena tidur siang.

"Tiba-tiba setelah terbangun saya sudah diangkat basah dan tertimpa lemari," ujarnya saat ditemui, Jumat (10/4/2026).

Rumah ambruk di Ktb
RUMAH AMBRUK - Kondisi terkini rumah Carisa yang ambruk di kawasan Pelabuhan Empat Serangkai, Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Jumat (10/4/2026).

Dahi, pelipis kiri, bagian bawah hidungnya mengalami luka lecet dan sempat merasa sakit di bagian dada.

Siswi kelas XI SMAN 1 Kotabaru ini juga sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra, namun hanya perlu penanganan luka ringan.

Sepanjang 18 tahun, rumah yang dihuninya di ujung kawasan padat penduduk itu memang belum tersentuh perbaikan. 

Terutama pada bagian tiang yang bersentuhan langsung dengan air laut.

Faktor usia dan pelapukan diduga jadi pemicu ambruknya bangunan kayu tersebut.

"Rencana akan diperbaiki dalam waktu dekat. Kayu tiang sudah dibeli dan beberapa batang sudah dipasang," kata  Carisa.

Namun rumahnya ambruk lebih awal, hampir separuh dinding pun terendam air.

Barang-barang mengapung, beberapa di antaranya masih bisa diselamatkan. Tapi tidak dengan buku-buku sekolah miliknya.

Malam tadi, dia dan ibunya terpaksa menginap di rumah kerabat di Desa Sebatung, sambil menunggu pembongkaran untuk mengambil material yang masih bagus untuk pembangunan ulang.

Diketahui, rumah Carisa di Kelurahan Kotabaru Tengah ini memang berada di kawasan yang menjorok ke laut, hal ini lumrah bagi masyarakat pesisir Kotabaru yang terbiasa beraktivitas di laut.

Hanya saja posisi rumahnya paling ujung dan tidak terhubung langsung dengan bangunan terdekat, sehingga tidak ada tumpuan saat ambruk ke bawah. 


3. Ikan Satu Keramba Mati, Tersisa 5 Ekor

KANDANGAN - Ikan Toman pada satu keramba milik Awi, warga Desa Badaun, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mati mendadak.

Ikan tersebut berusia sekitar 6–7 bulan dengan berat 8 ons sampai 1 kg. Jumlah awal sebanyak 1.500 ekor, yang hidup tersisa lima ekor.

Ikan keramba mati di HSS
CEK AIR - Staf Distan PP HSS lakukan pengecekan kualitas air di lokasi ikan mati mendadak di keramba milik warga di Desa Badaun, Kecamatan Daha Barat, Kamis (9/4/2026).

Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Distan PP) HSS,
Fatmadiansyah, menuturkan, fakta di lapangan cukup mengejutkan.

Dia menyebut, kejadian itu hanya di  keramba milik Awi.  Padahal di Sungai Nagara tersebut masih ada keramba milik warga lainnya dan tidak ada laporan ikan mati.

Dari pengecekan di lapangan, imbuh, Fatmadiansyah, ikan di keramba milik warga lain tersebut usia dan ukuran lebih kecil dibandingkan yang mati di keramba Awi.

“Kalau menurut analisa kami, biasanya ketahanan ikan berukuran lebih besar akan lebih kuat bila terjadi perubahan suhu air, DO (oksigen terlarut), cuaca dibandingkan ikan kecil,” ujar Fatmadiansyah

Maka dari itu, lanjutnya, dilakukan pengecekan lebih mendalam dan sampel air dari keramba berbeda sekitar lokasi. Tapi hasil DO tidak berbeda jauh.

Dugaan sementara penyebabnya, adanya perubahan kualitas air, meski harus dicek kembali penyebabnya. 

Mengingat, kematian mendadak ikan tersebut tidak merata (massal), hanya satu keramba, sedangkan milik warga lain tidak ada laporan ikan mati.

Pendalaman tetap dilakukan pihak Distan PP HSS  sebagaimana pengakuan pemilik keramba, bahwa diduga penyebabnya air datang dari limpasan sedotan lahan sawit (anak sungai) sekitar yang bertemu di aliran Sungai Nagara tempat keramba warga.

Meski demikian, pihak Distan PP HSS tetap meneliti lebih lanjut di dua aliran sungai kecil dan keramba tadi untuk melakukan perbandingan hasil DO dan PH.

“Segi kualitas air saat pengecekan tidak ada perbedaan signifikan dari aliran sungai yang ada lahan sawit dan sungai besar. Namun, ini untuk sementara, selanjutnya akan dilakukan pengecekan bersama lagi dengan pihak pemilik lahan sawit,” tutur Fatmadiansyah.


4. Polisi Patroli Khusus Tiap Jumat Siang

BANJARMASINPOST - Meski berulang kali ditindak aparat kepolisian, sejumlah remaja di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tak kapok balapan sepeda motor.

Mereka adu cepat memacu kendaraan di jalan raya dan jalan kompleks pada Sabtu tengah malam hingga Minggu dini hari.

Belakangan, para pelaku balapn liar itu juga beraksi pada Jumat siang selepas Jumatan.

Masih mengenakan baju koko dan kopiah, mereka menggeber gas motor di Jalan Mulawarman. 

Patroli khusus Jumatan
PATROLI KHUSUS - Penjagaan dilakukan personel Polresta Banjarmasin di Jalan Mualawarman, mencegah aksi balapan liar pada waktu Salat Jumat (10/4/2026).

Fenomena itu pun direspons Polrest Banjarmasin. Sejumlah personel  Polsekta Banjarmasin Tengah diturunkan ke lokasi.

"Kalau tidak kami patroli, tentu mengganggu pengguna jalan dan  jemaah yang sedang ibadah," kata Kasi Humas Polresta Banjarmasin, Ipda Adi Harry Sucahyo, Jumat (10/4/2026).

Dia mengungkapkan, banyak laporan dari masyarakat, soal adu cepat motor di lokasi tersebut.

Jadi, Patroli Khusus tersebut merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 tersebut

"Kalau ada ditemukan, tentu akan kami amankan dan sanksinya jelas tilang," ucap Ipda Adi.

Di lain sisi, dia mengimbau para remaja agar tidak melakukan balap liar, karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain

"Kami juga meminta orangtua agar lebih ketat mengawasi anak dalam hal penggunaan sepeda motor, agar tidak disalahgunakan dan ikut-ikut aksi balap liar," pesan Kasi Humas.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti/Muhammad Tabri/Adiyat Ikhsan/Muhammad Rahmadi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.