Puluhan Ekor HPR Divaksinasi dan Sterilisasi, Upaya Cegah Penyebaran Kasus Rabies
Aloisius H Manggol April 11, 2026 11:21 AM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Satu per satu warga mendatangi Kantor Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Jumat 10 April 2026 pagi. Mereka datang dengan membawa hewan peliharaannya seperti anjing dan kucing.

Adalah kegiatan vaksinasi serta sterilisasi yang digelar oleh Pemkab Jembrana berkolaborasi dengan Yayasan Seva Buana. Diketahui, hingga Maret kemarin tercatat sudah ada 15 ekor HPR positif rabies dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Mendoyo.

Menurut pantauan, sejumlah warga tak hanya membawa satu peliharaannya saja. Melainkan beberapa ekor, misalnya dua ekor kucing dan satu ekor anjing. Bagi mereka yang hanya melakukan vaksinasi langsung diberikan layanan dan menerima kalung merah serta kartu vaksinasi.

Baca juga: Hadir di Bali, Menteri Hukum Desak Keadilan Royalti Digital dan Proteksi Karya Jurnalis dari AI

Sementara bagi mereka yang hendak melakukan sterilisasi bagi hewannya harus menunggu beberapa waktu karena prosesnya butuh waktu.

"Saya kebetulan bawa tiga ekor. Satu anjing dan dua ekor kucing," jelas warga, Ayu Rika. 

Baca juga: 92 Kejadian Kebakaran di Denpasar Bali Sejak Januari 2026, Kerugian Capai Rp 4,2 Miliar

Dia mengakui, keterlibatannya dalam vaksinasi rabies menjadi salah satu sumbangsih kepada lingkungan sebagai upaya mencegah penularan kasus rabies. Apalagi diketahui tahun lalu Jembrana mencatat kasus rabies yang cukup tinggi.


"Mungkin masih perlu digencarkan lagi sosialisasi bahaya rabies dan juga vaksinasi rabies ke lapangan oleh pemerintah," harapnya.


Terpisah, Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta mengakui, pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan tersebut menjadi salah satu upaya mencegah penyebaran kasus rabies di Jembrana. Wilayah yang dipilih kali ini adalah wilayah yang masuk zona merah yakni kecamatan Mendoyo.


"Untuk vaksinasi yang melibatkan yayasan, kita menyasar atau mengutamakan yang zona merah dulu," jelas Sugiarta. 


Dia menyebutkan, selain vaksinasi, upaya pencegahan juga sterilisasi. Sehingga dapat mengontrol populasi atau jumlah hewan penular rabies (HPR) yang semakin banyak. 


"Sterilisasi juga sebagai upaya pencegahan penularan rabies. Karena biasanya ketika populasi tak terkontrol, banyak muncul anjing liar yang berpotensi menyebarkan kasus positif rabies," tandasnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.