Terlihat Sempurna, Agatha Chelsea Ternyata Sering Insecure hingga Pilih Detoks Sosmed Gegara Kena Mental
Devi Agustiana April 11, 2026 02:34 PM

Grid.ID – Sosok Agatha Chelsea selama ini dikenal artis multitalenta. Tak hanya memiliki paras menawan dan suara merdu, ia juga dikenal sebagai selebriti yang mementingkan pendidikan hingga berhasil meraih gelar sarjana Psikologi dari University of Melbourne.

Namun, siapa sangka di balik citra sempurna tersebut, Agatha Chelsea menyimpan pergulatan batin yang dalam. Baru-baru ini, pelantun lagu Nyaman itu membuat pengakuan mengejutkan soal kondisi kesehatan mentalnya.

Meski aktif di dunia akting, tarik suara, hingga pendidikan yang gemilang, Chelsea merasa dirinya hanyalah sosok medioker atau rata-rata. Ia merasa tidak pernah menonjol atau mencapai nilai sempurna di satu bidang tertentu.

"Aku tuh sering merasa aku setengah-setengah, jadi kayak not good enough gitu. Di semua bidang tuh aku masih kalau nilai ibaratnya KKM gitu, tapi nggak ada yang 100 nilainya," kata Agatha Chelsea dikutip Grid.ID dari tayangan Rumpi Trans TV, Sabtu (11/4/2016).

Perasaan insecure ini membuatnya sering terjebak dalam pola pikir overthinking yang melelahkan. Ia merasa prestasinya di sekolah maupun di industri hiburan hanya berada di level biasa.

Kondisi batin Chelsea diperparah dengan pengaruh media sosial. Sebagai lulusan Psikologi, Chelsea sadar betul dampak buruk terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain melalui layar gadget. Wanita 24 tahun itu pun mengaku baru-baru ini memutuskan untuk melakukan detoks media sosial karena merasa terintimidasi oleh kesuksesan orang lain yang sering berseliweran di timeline-nya.

"Karena kan memang sosial media tempat flexing kan. Secara tidak langsung orang pasti sharing hal-hal yang mereka bagus dong," ujarnya.

Chelsea menceritakan bagaimana konten flexing keberhasilan orang lain, seperti pengusaha muda yang sukses, bisa membuatnya merasa kecil hati saat kondisinya sedang tidak stabil.

"Pas misalnya let's say lagi di situasi yang akunya nggak baik nih, kan jadi merasa 'Kok hidup gue gini-gini amat'," imbuhnya lagi.

Masalah ini ternyata berkaitan erat dengan fase Quarter Life Crisis yang sedang ia alami. Setelah lulus kuliah, Chelsea merasa dunia tidak seindah ekspektasinya. Banyak rencana-rencana besar yang ia susun justru tidak berjalan sesuai keinginan.

"Aku sempat ada di titik di mana aku menyerah sama diri sendiri di tahun ini. Karena ternyata aku nyadar kok dunia nggak seindah itu ya," curhatnya.

Bahkan, ada momen di mana Chelsea merasa sangat putus asa hingga mempertanyakan hubungannya dengan Sang Pencipta.

"Kok ternyata apa yang aku pengen nggak terjadi. Apa yang aku doain ke Tuhan kok kayak nggak didengerin," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.