TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Sutan Harhara, legenda Timnas Indonesia, meninggal dunia pada hari Sabtu (11/4/2026).
Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Pusat mengabarkan wafatnya Sutan Harhara pada hari Sabtu (11/4/2026) dini hari WIB.
"Dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sutan Harhara (mantan timnas Indonesia)," tulis APSSI dalam keterangan yang beredar di grup pesan sosial.
"Semoga kenangan indah bersama almarhum menjadi penguat hati dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kemudahan dan ketabahan," imbuh APSSI.
Sutan Harhara lahir pada 9 Agustus 1952 dan wafat pada usia 73 tahun di RSUD Tangerang Selatan pada pukul 01.29 WIB.
Semasa hidupnya, Sutan Harhara tercatat sebagai mantan pemain Timnas Indonesia yang berposisi sebagai pemain belakang.
Sutan Harhara dikenal sebagai pemain serbabisa dengan kemampuannya berada di semua posisi lini belakang, seperti bek sayap kanan atau kiri, juga libero.
Bahkan, Sutan Harhara populer pada era 1970-an bersama bintang Timnas Indonesia lainnya seperti Iswadi Idris, Anjas Asmara, dan Andi Lala.
Sutan Harhara juga pernah menjadi bagian dari skuad Persija Jakarta yang meraih gelar juara Perserikatan pada 1971, 1973, dan 1975.
Catatan tersebut membuatnya terpilih membela Timnas Indonesia dalam laga melawan Uruguay pada 1974.
Prestasinya berlanjut dengan tampil di ajang SEA Games 1977 dan 1979 bersama Timnas Indonesia dikutip dari kompas.com
Selepas pensiun sebagai pemain, Sutan Harhara meniti karier sebagai pelatih di sejumlah klub Indonesia.
Ia pernah melatih PSMS Medan pada 2003-2005, PSIS Semarang (2006), dan Persela Lamongan (2016).
Selain itu, Sutan Harhara juga dikenal sebagai komentator dan analis yang kerap tampil dalam pertandingan Liga Indonesia maupun laga Timnas Indonesia.