Adaro Raih PROPER Emas Kedelapan Kalinya, Konsisten Menerapkan Prinsip Keberlanjutan
Hari Widodo April 11, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Kedelapan kalinya, PT Adaro Indonesia meraih penghargaan tertinggi dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup. 

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi, di Sasono Langen Budoyo Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Capaian ini merupakan raihan PROPER Emas Adaro menjadi delapan kali sejak pertama kali diperoleh pada 2012. Bahkan sejak 2019 hingga 2025, PT Adaro Indonesia meraih PROPER Emas secara berturut-turut.

PROPER Emas merupakan peringkat tertinggi yang diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu melampaui standar kepatuhan dalam pengelolaan lingkungan sekaligus menjalankan program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Perusahaan tersebut dinilai konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis, termasuk dalam aspek perlindungan lingkungan, pengurangan emisi, serta pelestarian keanekaragaman hayati, melalui program CSR.

Dalam pelaksanaan program CSR tersebut, PT Adaro Indonesia juga didukung oleh peran Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) yang secara konsisten mensupervisi dan mengoordinasikan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan agar berjalan efektif, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sebagaimana siaran pers yang disampaikan, Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi, keberlanjutan menjadi bagian utama dalam strategi bisnis perusahaan.

“Bagi kami, sustainability menjadi bagian inti dari strategi bisnis dan operasional perusahaan. Pendekatan responsible dan sustainable mining kami terjemahkan dalam tata kelola, keunggulan operasional, inovasi berkelanjutan, serta hubungan yang bertanggung jawab dengan karyawan, lingkungan, dan masyarakat,” ujarnya.

Adaro juga menjalankan berbagai inisiatif yang melampaui kewajiban regulasi (beyond compliance).

Upaya tersebut mencakup peningkatan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja, efisiensi energi, serta penurunan emisi gas rumah kaca di wilayah operasional.

Selain itu, perusahaan memperkuat program sosial melalui pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Program tersebut diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berwawasan lingkungan.

Salah satu inovasi sosial yang dikembangkan adalah program Taman Wisata Menanti Laburan di Kalimantan Selatan.

Program ini mengusung konsep edukasi lingkungan sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat setempat.

Kementerian Lingkungan Hidup menilai keberhasilan perusahaan meraih PROPER Emas tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga dari inovasi dan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan ini diharapkan dapat mendorong perusahaan lain untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan sosial dalam kegiatan usahanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.