WARTAKOTALIVECOM — Empat astronot misi Artemis II akhirnya kembali ke Bumi setelah menuntaskan perjalanan bersejarah mengorbit Bulan selama 10 hari.
Kapsul Orion yang membawa awak misi tersebut mendarat dengan selamat melalui prosedur splashdown di Samudera Pasifik, tepatnya di lepas pantai California, Sabtu (11/4/2026).
Proses pendaratan berlangsung presisi, menandai berakhirnya salah satu misi eksplorasi luar angkasa paling ambisius dalam beberapa dekade terakhir.
Begitu kapsul menyentuh permukaan laut, tim evakuasi segera bergerak cepat.
Helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi para astronot dari kapsul, sebelum akhirnya mereka dibawa menuju kapal induk USS John P. Murtha yang telah bersiaga di lokasi.
Komandan misi, Reid Wiseman, menggambarkan perjalanan tersebut sebagai pengalaman yang luar biasa.
Dalam pernyataan singkatnya setelah mendarat, ia memastikan seluruh kru berada dalam kondisi stabil meski baru saja menyelesaikan perjalanan panjang di ruang angkasa.
Ia juga menyinggung bahwa sebagian anggota kru masih tergolong “hijau”, menandakan ini merupakan pengalaman pertama mereka dalam misi sebesar ini.
Misi Artemis II sendiri mencatatkan capaian penting dalam sejarah eksplorasi manusia di luar orbit rendah Bumi.
Salah satu pencapaiannya adalah keberhasilan menempuh jarak terjauh yang pernah dilalui manusia sejak era Apollo 13 pada 1970.
Capaian tersebut sekaligus menegaskan kemajuan teknologi dan kesiapan sistem pendukung kehidupan yang digunakan dalam misi ini.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa keberhasilan Artemis II bukan sekadar pencapaian lembaganya, melainkan tonggak penting bagi seluruh umat manusia.
Menurut dia, misi ini membuka jalan bagi langkah berikutnya dalam program Artemis, termasuk rencana pendaratan manusia kembali di Bulan dalam waktu dekat.
Keberhasilan Artemis II juga menjadi simbol kebangkitan era baru eksplorasi antariksa, di tengah meningkatnya kolaborasi global dan keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan teknologi luar angkasa.
Dengan misi ini, manusia kembali menunjukkan kemampuannya menjangkau ruang yang selama puluhan tahun hanya menjadi kenangan dari era Apollo.
Para analis menilai, keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada aspek ilmiah, tetapi juga geopolitik dan ekonomi, mengingat eksplorasi Bulan kini dipandang sebagai pintu gerbang menuju eksplorasi lebih jauh ke Mars.
Artemis II, dengan demikian, bukan sekadar perjalanan pulang-pergi ke orbit Bulan, melainkan fondasi bagi ambisi besar manusia di masa depan.