TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa enggan menanggapi komentar tajam yang ditujukan ke Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana oleh Mantan Anggota DPR RI yang kini aktif sebagai podcaster, Akbar Faizal.
Hal ini lontarkan, usai viral video rapat kerja antara Kementerian Pariwisata dan Komisi VII DPR RI mendadak memanas setelah Ketua Komisi VII, Saleh Daulay, menyoroti ketidaksinkronan data anggaran yang dipaparkan pihak kementerian pariwisata.
Dalam forum yang digelar pada Rabu (1/4/2026), Saleh secara terbuka mencecar Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, tentang kejelasan angka transfer ke daerah yang disebut mencapai Rp5,7 miliar.
Baca juga: Bakar 2 Orang Hidup-hidup hingga Tewas di Benoa Bali, Para Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara
"Yang transfer ke daerah itu berapa tadi? 5,7 (miliar) ya?" tanya Saleh dikutip dari TV Parlemen.
Widiyanti menjawab bahwa angka tersebut berasal dari deputi pemasaran.
Ketika dikonfirmasi Tribun Bali, Ni Luh Puspa mengatakan ia tidak dapat menanggapi hal tersebut.
Baca juga: Rekomendasi LKPJ Bupati 2025, DPRD Klungkung Soroti Kebocoran Anggaran Hingga Masalah Layanan Publik
"Waduh saya tidak bisa menanggapi ini, ke Bu Menteri saja," jelasnya pada, Sabtu 11 April 2026.
Terkait tanggapan calon kuat pengganti Menpar Widi digadang-gadang ia sendiri, Ni Luh Puspa juga enggan menanggapi. "Apalagi itu," pungkasnya singkat.
Sebelumnya, Mantan Anggota DPR RI yang kini aktif sebagai podcaster, Akbar Faizal melontarkan kritik tajam terhadap Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana setelah video sang menteri viral.
Dalam cuitannya, Akbar Faizal secara terbuka menilai kinerja sektor pariwisata masih jauh panggang dari api.
Ia bahkan menyebut kondisi tersebut membikin publik kian kehilangan harapan terhadap kontribusi Kementerian Pariwisata dalam mendongkrak pemasukan negara.
"Yth Ibu Menteri @KemenPariwisata, Widianti Putri Wardhana, hidup ini asyik jika tepat cara menjalaninya. Anda tampak makin tersiksa dengan tugas dan tanggung jawab itu. Dan kami makin putus asa menunggu kinerja dari sektor pariwisata," tulis Akbar Faizal di X pada Jumat (10/4/2026).
Tak hanya itu, ia juga menyinggung pentingnya sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pemasukan negara.
Menurutnya, potensi tersebut belum dimaksimalkan secara optimal.
"Negara butuh uang banyak yang sebenarnya sangat bisa datang dari kementerian Anda. Bukan hanya Anda anggota kabinet yang terlihat menderita oleh ketidakmampuan seperti itu," lanjutnya.