Renungan Harian Kristen 12 April 2026 - Damai Sejahtera bagi Kamu
Bacaan ayat: Yohanes 20:19 (TB) Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Oleh Pdt Feri Nugroho
Kegelisahan dapat menghampiri siapa saja dalam kehidupan. Tidak peduli orang tua, dewasa, muda bahkan para anak. Masing-masing memiliki kegelisahannya sendiri-sendiri.
Orang tua gelisah dengan kesehatannya, orang dewasa gelisah dengan pekerjaannya, orang muda gelisah dengan masa depannya, sementara para anak gelisah dengan mainannya yang rusak.
Masing-masing pun memiliki cara yang beragam dalam mengatasi. Dari sekedar diam dalam keheningan, atau menyendiri, menangis, atau memberontak sejadi-jadinya.
Pokoknya yang penting gelisahnya bisa dikurangi. Titik.
Para murid Yesus pun gelisah. Belum selesai dengan kedukaan, mereka telah digemparkan oleh para perempuan yang membawa kabar bahwa Yesus telah bangkit. Antara percaya atau tidak percaya, mereka berupaya untuk tetap tenang.
Ditambah lagi kemungkinan orang-orang Yahudi akan mencari sangat besar. Bisa jadi mereka akan dituduh sebagai pihak yang bertanggungjawab dengan hilangnya mayat Yesus.
Tuduhan terbaik ialah sebagai pencuri mayat, dan menyebar hoak bahwa Yesus bangkit. Wajar jika mereka bersembunyi.
Jendela dan pintu tertutup rapat, berharap ada ketenangan yang mampir meskipun tidak banyak.
Tiba-tiba, "Damai sejahtera bagi kamu!" Sebuah seruan sederhana yang langsung menuju pusat sasaran. Kalimat penghiburan yang menghunjam langsung pada inti persoalan.
Benar, mereka memerlukan Damai sejahtera agar tenang. Yesus tahu persis kebutuhan tersebut. Jendela dan pintu terkunci, tidak menghalangi hadir-Nya yang tiba-tiba.
Terlalu cepat untuk diikuti oleh gerakan mata. Hanya sekejab dan semua berubah. Hadirnya Yesus mengubah segalanya.
Setelah lebih kurang dua belas jam sejak para perempuan membawa kabar bahwa Yesus bangkit, pengalaman yang sama terjadi.
Yesus hadir menjumpai mereka. Menjumpai mereka dalam gelisah untuk diubah menjadi penuh dengan damai sejahtera.
Hari ini bisa jadi ada yang masih gelisah oleh karena banyak sebab. Banyak hal mungkin telah dilakukan untuk menyelesaikan kegelisahan.
Selama fokus pada hal yang menggelisahkan, dipastikan kegelisahan tidak akan hilang. Fokus perlu dialihkan pada Tuhan yang selalu hadir dalam kegelisahan. Ia hadir dengan damai sejahtera.
Kuncinya, hanya terus percaya kepada-Nya. Kesehatan akan baik-baik saja, pekerjaan akan terus berjalan, masa depan akan terus cerah. Bahkan sebuah mainan rusak akan diganti dengan mainan yang baru.
Hanya perlu percaya dan melangkah dengan iman, bahwa damai sejahtera Allah akan melimpah atas kehidupan. Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang