Akademisi Universiti Al-Qur’an SAAS Pahang Malaysia Terkesima Manuskrip Pulau Penyengat
Septyan Mulia Rohman April 11, 2026 06:07 PM

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Akademisi dari Universiti Al-Qur’an Al-Sultan Abdullah Ahmad Syah Pahang (SAAS Pahang) mengungkapkan kekaguman mereka terhadap kekayaan manuskrip bersejarah yang tersimpan di Pulau Penyengat.

Hal tersebut terungkap dalam jamuan makan malam yang digelar oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad untuk menyambut kedatangan rombongan SAAS Pahang di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (10/4/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Naib Canselor SAAS Pahang, Mohd Zawavi Bin Zainal Abidin, yang menyampaikan bahwa kunjungan ke Pulau Penyengat memberikan pengalaman berharga dalam memperdalam pemahaman terhadap manuskrip peninggalan Kerajaan Riau-Lingga yang hingga kini masih terjaga dengan baik.

Menurutnya, kekayaan literasi dan warisan intelektual yang ada di Pulau Penyengat merupakan aset budaya yang sangat penting, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia Melayu secara luas.

“Kami sangat terkesima dengan manuskrip yang ada di Pulau Penyengat. Ini adalah khazanah yang luar biasa dan harus terus dijaga serta dikembangkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kesiapan pihaknya untuk menjalin kerja sama dengan Yayasan Kebudayaan Inderasakti dalam upaya pengembangan dan kajian manuskrip serta dokumen peninggalan Kerajaan Riau-Lingga.

Selain itu, kerja sama juga diharapkan dapat mencakup pengembangan tulisan Jawi atau yang dikenal di Kepulauan Riau sebagai Arab Melayu, yang selama ini menjadi pengikat identitas budaya rumpun Melayu di Indonesia dan Malaysia.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan SAAS Pahang juga mengundang putra-putri Kepulauan Riau untuk melanjutkan pendidikan di universitas tersebut. 

Sebelumnya, rombongan juga telah melakukan kunjungan ke STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sebagai bagian dari rangkaian agenda akademik.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ansar Ahmad menyambut baik berbagai gagasan dan rencana kerja sama yang disampaikan. 

Ia menegaskan bahwa Pulau Penyengat memiliki posisi penting sebagai pusat perkembangan sastra Melayu.

“Pulau Penyengat merupakan pusat lahirnya karya-karya besar sastra Melayu, termasuk Gurindam Dua Belas yang ditulis oleh Raja Ali Haji,” jelas Ansar Ahmad.

Gubernur Kepri juga memaparkan rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) untuk membangun monumen Bahasa Indonesia di Pulau Penyengat sebagai simbol sejarah lahirnya bahasa persatuan bangsa Indonesia dari pulau tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas negara dalam bidang budaya dan pendidikan seperti ini menjadi langkah strategis dalam menjaga dan mengembangkan warisan Melayu agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Universiti Al-Qur’an SAAS Pahang dalam pelestarian manuskrip, penguatan budaya Melayu.

Serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. (TribunBatam.id/*) (Diskominfo Kepri/jlu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.