ASDP Klaim Sukses Atur Mudik Lebaran 2026 Melalui Pelabuhan di Tengah Lonjakan Penumpang
Seno Tri Sulistiyono April 11, 2026 07:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat kinerja positif selama periode Angkutan Lebaran 2026. 

Di tengah lonjakan mobilitas masyarakat, layanan penyeberangan diklaim tetap berjalan lancar, aman dan terkendali.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut, seluruh moda transportasi, mulai dari darat hingga udara, beroperasi optimal tanpa kendala berarti, baik saat arus mudik maupun arus balik.

Baca juga: Kemacetan Menuju Pelabuhan Ketapang Jadi Ritual Tahunan, Pemerintah Diminta Beri Solusi Permanen

Sejumlah survei turut memperkuat capaian tersebut. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) versi ITS tercatat di angka 82,15 atau masuk kategori baik, meningkat dibanding tahun lalu.

Sementara survei KedaiKOPI menunjukkan 88,8 persen responden puas terhadap pengelolaan mudik pemerintah, dan Indikator mencatat tingkat kepuasan pemudik mencapai 85,3 persen. Khusus moda penyeberangan, nilai IKM berada di angka 77,48.

Di lapangan, tantangan sempat muncul di sejumlah titik padat seperti Pelabuhan Gilimanuk.

Kepadatan terjadi selama dua hari di puncak arus mudik, namun berhasil diurai melalui berbagai langkah taktis seperti pengaturan buffer zone, percepatan layanan kendaraan besar, hingga prioritas bagi kendaraan roda dua.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.

"Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam memastikan layanan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman," tutur Heru melalui keterangan, Sabtu (11/4/2026).

Sejak awal periode Lebaran, ASDP telah menyiapkan strategi antisipasi di lintasan utama seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Optimalisasi armada dilakukan dengan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat perputaran kapal, didukung penambahan personel dan pengoperasian buffer zone di pelabuhan.

Dari sisi kebijakan, perusahaan juga mencatat dampak positif dari penerapan tarif tunggal dan diskon penyeberangan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyatakan, hingga akhir Maret 2026 realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp 30,05 miliar atau 84,52 persen dari target, dengan tingkat penerima manfaat mencapai 116,92 persen.

"Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebijakan yang mempermudah akses layanan penyeberangan," jelas Windy.

Selain itu, digitalisasi melalui platform Ferizy menjadi faktor penting dalam mengatur arus kendaraan dan penumpang, sehingga antrean dapat ditekan selama periode puncak.

Secara kumulatif, pergerakan penumpang di 15 lintasan pantauan nasional sejak H-8 hingga H+8 mencapai 4,72 juta orang, naik 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat 1,21 juta unit atau meningkat 8 persen secara tahunan.

"Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebijakan yang mempermudah akses layanan penyeberangan," imbuh Windy.

Menurut data Kementerian Perhubungan, moda penyeberangan saat arus mudik mencatat pertumbuhan signifikan dengan melayani 5,52 juta penumpang atau meningkat 15,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi operator, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dalam menjaga kelancaran layanan di sejumlah lintasan strategis nasional.

Sejumlah jalur utama seperti Merak-Bakauheni hingga Ketapang-Gilimanuk menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat.

Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4,72 juta orang, naik 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat 1,21 juta unit atau meningkat 8 persen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.