TRIBUN-APPUA.COM, JAYAPURA — Persipura Jayapura gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas pada babak pertamja saat menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship Liga 2 musim 2025/2026.
Bertanding di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (11/4/2026) malam WIT, tim berjuluk Mutiara Hitam itu harus puas dengan skor imbang tanpa gol hingga turun minum, di tengah tensi pertandingan yang terus memanas.
Laga ini memiliki urgensi tinggi bagi tuan rumah.
Dengan sisa empat pertandingan di fase grup, kemenangan menjadi harga mati bagi Persipura untuk menjaga asa kembali ke kasta tertinggi, Liga 1.
Namun, disiplinnya barisan pertahanan Persela menjadi tembok tebal yang sulit ditembus.
Baca juga: Wasit Kontroversial Pimpin Laga Persipura vs Persela Lamongan, Pertandingan Sempat Terhenti
Sejak sepak mula, kedua tim langsung memeragakan permainan terbuka.
Persela memberikan ancaman kejutan pada menit ke-2 melalui sepakan keras yang memaksa penjaga gawang Persipura melakukan penyelamatan krusial.
Selepas itu, kendali permainan praktis berpindah ke tangan anak-anak Jayapura.
Motor serangan Persipura, Williams Lugo, berulang kali memanjakan lini depan dengan umpan-umpan matang.
Pada menit ke-6, Lugo mengeksekusi tendangan bebas strategis di bibir kotak penalti, namun Victor Mansaray gagal mengonversi peluang tersebut menjadi gol.
Ketidaksiapan barisan depan dalam menyelesaikan peluang akhir menjadi catatan tersendiri bagi pelatih Persipura di babak pertama.
Ketegangan Meningkat
Memasuki pertengahan babak, intensitas fisik mulai meningkat.
Wasit kepala, Muhammad Iqballuddin terpaksa mengeluarkan kartu kuning untuk Victor Mansaray pada menit ke-21 menyusul pelanggaran yang dilakukannya.
Gesekan antarpemain dan protes terhadap keputusan pengadil lapangan sempat membuat suasana di tribun stadion bergemuruh.
Persipura nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-36 lewat aksi Reno Salampessy.
Sayangnya, tembakan Reno di dalam kotak penalti masih mampu diblok oleh barisan belakang Laskar Joko Tingkir.
Di sisi lain, kedisiplinan Bima Ragil di jantung pertahanan Persipura cukup efektif meredam skema serangan balik yang dibangun tamu.
Puncak drama terjadi pada masa tambahan waktu babak pertama.
Baca juga: Empat Laga Penentuan Championship: Persipura, Barito Putera dan PSS Sleman Berebut Dua Besar
Reno Salampessy terjatuh di kotak terlarang setelah terlibat duel udara yang cukup keras dengan bek Persela.
Ribuan pasang mata di Stadion Lukas Enembe sontak menuntut penalti.
Wasit sempat menunda dimulainya kembali permainan untuk berkomunikasi dengan petugas Video Assistant Referee (VAR).
Namun, hingga peluit panjang tanda akhir babak pertama ditiupkan, belum ada keputusan final yang diambil terkait insiden tersebut.
Skor kacamata 0-0 menutup paruh pertama laga yang penuh tekanan ini. (*)