Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Polisi mulai menyelidiki dugaan penimbunan elpiji subsidi 3 kilogram di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, di tengah kelangkaan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno mengaku baru tiga orang saksi yang telah diperiksa untuk tahap awal penyelidikan kasus ini.
"Sementara baru tiga orang sudah diperiksa, nanti akan kami kembangkan lebih lanjut," ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Namun, Suwarno tidak menyebut saksi yang diperiksa itu pangkalan atau agen distributor elpiji. Dia hanya menyebut pemilik.
"Masih pemilik, nanti kami sampaikan untuk identitasnya," bebernya.
Baca juga: Bupati Lumajang Tutup Pangkalan LPG, Kedapatan Timbun 1.000 Tabung Gas Subsidi
Menurutnya, langkah ini untuk menindak lanjuti bukti dugaan penimbunan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lumajang saat rapat koordinasi kelangkaan elpiji melon.
"Masih dalam proses, pasti nanti ada pemanggilan dan sebagian dan akan kami tindak tegas sesuai undang undang yang berlaku," tambah Suwarno.
Baca juga: Atasi Kelangkaan, Pemkab Lumajang Tetapkan Harga Elpiji 3 Kg di Pengecer Maksimal Rp20 Ribu
Suwarno menegaskan langkah ini sengaja dilakukan untuk mengawal pendistribusian elpiji, supaya tidak terjadi kelangkaan.
Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta kasus tersebut ditangani sampai tuntas. Sebab, kata dia, beberapa agen dan pangkalan mengoplos tabung elpiji subsidi jadi non subsidi.
"Pengisian gas 12 kilo, itu adalah hasil dari pemindahan gas dari tabung melon oleh beberapa agen dan pangkalan," tanggapnya.
Baca juga: Tidak Semua ASN Lumajang Bisa WFH, Pegawai Belasan OPD Tetap Ngantor
Mengingat kelangkaan gas elpiji melon selama tiga minggu lamanya. Dia menilai hal tersebut membuat gejolak ekonomi besar bagi masyarakat Lumajang.
"Banyak warung warung kecil sambat kepada saya tidak jualan karena tidak menemukan gas elpiji 3 kilo. Dan pagi ini masih ada warga kesulitan elpiji," paparnya.