TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persaingan menuju gelar juara kian memanas. Borneo FC terus menjaga asa mereka tetap hidup setelah tampil meyakinkan dengan kemenangan besar atas PSBS Biak pada pekan ke-27 Super League 2025-2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (11/4/2026).
Hasil tersebut membuat jarak mereka dengan Persib Bandung yang masih bertengger di puncak klasemen kini hanya tersisa satu poin.
Sementara ini sebelum laga Persib vs Bali United di GBLA pada 12 April 2026, Persib memiliki 61 poin di puncak klasemen, sedangkan Borneo kini menempel dengan 60 poin.
Situasi ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi Maung Bandung yang masih memimpin, tetapi belum sepenuhnya aman.
Dengan demikian, Persib wajib menang jika ingin tetap memperlebar jarak poin dengan Borneo FC pekan ini.
Di sisi lain, kondisi PSBS Biak semakin terpuruk. Mereka tetap tertahan di dasar klasemen dengan koleksi 18 poin, memperpanjang tren negatif yang belum terputus.


















Jalannya Laga
Memasuki babak pertama, Borneo FC langsung mengambil inisiatif permainan. Status sebagai tim unggulan membuat mereka tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan.
Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan PSBS Biak. Tim berjuluk Pesut Etam itu tidak memberi ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan.
Sejumlah peluang berbahaya terus tercipta melalui pergerakan Koldo Obieta, Mariano Peralta, dan Juan Villa yang aktif mengancam dari berbagai sisi.
Gol yang dinanti akhirnya datang pada menit ke-29. Berawal dari umpan terobosan Juan Villa, Mariano Peralta berhasil memanfaatkannya dengan baik.
Ia melepaskan sepakan menggunakan kaki bagian dalam yang mengarah ke sudut gawang dan tak mampu diantisipasi Dimas Galih. Borneo FC pun membuka keunggulan 1-0.
Tertinggal satu gol membuat PSBS Biak bereaksi cepat. Mereka mencoba bangkit dan memberi tekanan balasan.
Upaya itu membuahkan hasil hanya enam menit berselang. Hassan Nader mencetak gol spektakuler lewat tembakan tanpa kontrol dari jarak sekitar 30 meter. Bola meluncur deras dan gagal dijangkau Nadeo Argawinata, membuat skor kembali imbang.
Namun, Borneo FC tidak tinggal diam. Mereka kembali mengambil alih kendali permainan dan berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-37.
Mariano Peralta kembali menjadi aktor utama. Ia lolos dari pengawalan pemain bertahan lawan sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihentikan Dimas Galih.
Gol tersebut sempat dianulir oleh asisten wasit karena dianggap offside. Namun, setelah dilakukan pengecekan melalui VAR, wasit utama akhirnya mengesahkannya.
Keunggulan Borneo FC bertahan hingga turun minum dengan skor 2-1.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan tuan rumah tidak menurun. Mereka justru tampil semakin dominan dalam mengontrol jalannya pertandingan.
Gol ketiga akhirnya tercipta pada menit ke-67 melalui kombinasi apik antara Mariano Peralta dan Juan Villa.
Peralta yang melihat Villa berada dalam posisi bebas di tiang jauh memberikan umpan matang yang langsung diselesaikan menjadi gol.
Hanya berselang dua menit, Borneo FC kembali menambah keunggulan. Kali ini melalui aksi Juan Villa yang mencetak gol dari tendangan bebas jarak sekitar 25 meter.
Sepakannya melengkung indah dan kembali membuat Dimas Galih tak berkutik.
Dominasi Borneo FC belum berhenti. Mereka menambah satu gol lagi melalui situasi kemelut di depan gawang.
Bola rebound hasil sepakan Mariano Peralta berhasil dimanfaatkan Komang Teguh untuk memastikan keunggulan semakin lebar.
Pertandingan berakhir dengan skor mencolok 5-1 untuk kemenangan Borneo FC.
Borneo FC vs PSBS Biak 5-1 (Mariano Peralta 29', 38', Juan Villa 67', 69', Komang Teguh 90'/Hassan Nader 35')
Daftar Susunan Pemain:
Borneo FC: 1-Nadeo Arga Winata (PG), 5-Cleylton Dos Santos (16-Komang Teguh 13'), 6-Ikhsan Nul Zikrak (7-Marcos Astina 45'), 8-Kei Hirose, 9-Koldo Obieta (96-Kaio 72'), 10-Mariano Peralta, 20-Juan Villa (11-Aan Redzuan 82'), 22-Christophe Nduwarugira, 23-Caxambu, 50-Rivaldo Pakpahan (66-Dwiky Hardiansyah 82'), 54-Alfharezzi Buffon
Cadangan: 30-Syahrul Trisna (PG), 63-Daffa Fasya (PG), 3-Ardi Idrus, 7-Marcos Astina, 11-Aan Redzuan, 16-Komang Teguh, 19-Ousmane Camara, 24-Diego Michiels, 52-Ahmad Agung, 66-Dwiky Hardiansyah, 77-Mohammad Khanafi, 96-Kaio Nunes
Pelatih: Fabio Lefundes
PSBS Biak: 92-Dimas Galih (PG), 7-Ruyery, 9-Hassan Nader (77-Raja Imam Siregar 86'), 10-Luquinhas, 15-Arjuna Agung (5-Nurhidayat 57'), 20-Eduardo Barbosa, 27-Damianus Adiman, 33-Pablo Andrade (Kapten), 44-Moses Madjar (32-Patrias Rumere 86'), 78-Hadi Ardiansyah, 94-Heri Susanto
Cadangan: 35-Andika Wisnu (PG), 4-Hwang Myeong-hyeon, 5-Nurhidayat, 13-Urbanus Kevin, 32-Patrias Rumere, 77-Raja Imam Siregar
Pelatih: Marian Mihail
Persiapan Persib
Persib Bandung menatap laga menghadapi Bali United di ajang Super League Indonesia 2025/2026 dengan tekad kuat untuk mengamankan kemenangan saat bermain di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (12/4/2026).
Target tersebut menjadi bagian dari upaya Maung Bandung menjaga posisi teratas klasemen sekaligus membuka jalan untuk kembali meraih gelar juara pada musim ini.
Saat ini Persib masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 61 poin. Posisi mereka terus dibayangi Borneo FC yang mengumpulkan 60 poin.
Dorongan untuk meraih hasil maksimal semakin besar karena Persib ingin mempertegas dominasinya di papan atas sekaligus menjaga konsistensi performa. Sepanjang musim ini, skuad asuhan Bojan Hodak tampil impresif saat bermain di kandang dengan selalu meraih kemenangan tanpa sekalipun terpeleset.
Kondisi tersebut diperkuat oleh dukungan penuh Bobotoh yang dipastikan akan memenuhi Stadion GBLA. Atmosfer itu diyakini menjadi energi tambahan bagi Persib saat menjamu Bali United.
Meski demikian, menghadapi Bali United bukan perkara sederhana. Tim tamu dipastikan datang dengan ambisi yang sama, yakni mencuri poin demi memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Bali United diprediksi tampil dengan determinasi tinggi. Mereka memiliki motivasi untuk menghentikan rekor tak terkalahkan Persib di kandang, yang tentu menjadi tantangan besar sekaligus dorongan tersendiri.
Pertemuan kedua tim pun diperkirakan berlangsung ketat. Keduanya akan tampil agresif dengan keinginan kuat untuk saling mengungguli.
Jika melihat posisi klasemen, jarak kedua tim memang cukup lebar. Persib berada di puncak, sedangkan Bali United menempati peringkat ke-10 dengan 36 poin.
Namun selisih tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan di lapangan. Kompetisi Super League musim ini menunjukkan persaingan yang merata, sehingga setiap tim memiliki peluang untuk saling mengalahkan.
Bali United juga datang dengan modal meyakinkan setelah sebelumnya mencatat kemenangan besar 6-1 atas PSBS Biak. Sementara itu, Persib meraih kemenangan 2-0 saat menghadapi Semen Padang di laga terakhirnya.
Dalam pertemuan sebelumnya di putaran pertama, Persib sukses menundukkan Bali United dengan skor 1-0 saat bertandang.
Sementara pada musim lalu, Persib juga mampu menang 2-1 saat bermain di kandang, sedangkan laga tandang berakhir imbang 1-1.
Meski catatan tersebut menunjukkan keunggulan Persib, hasil masa lalu tidak bisa dijadikan patokan pasti. Dalam sepak bola, peluang selalu terbuka bagi kedua tim untuk menciptakan hasil berbeda.
Di bawah kepemimpinan Bojan Hodak, Persib memang belum pernah kalah dari Bali United. Namun saat ditanya soal hal tersebut, Bojan tidak menjadikannya sebagai tolok ukur utama.
"Saya tidak tahu apakah itu motivasi tambahan, tapi saya harap saya akan mempertahankan hasil yang sama, untuk di pertandingan besok," ujar Bojan, Sabtu (11/4/2026).
Bojan menegaskan bahwa laga melawan Bali United memiliki arti penting bagi timnya, terutama untuk menjaga konsistensi kemenangan di kandang.
"Kami mencoba mendapatkan hasil yang baik, agar kami bisa menjaga jarak antara kami dan tim-tim lainnya (yang ada di bawahnya)," kata Bojan.
Ia menilai Bali United sebagai tim yang kuat, terlebih setelah kemenangan besar yang mereka raih sebelumnya.
"Jadi ini akan menjadi pertandingan yang berat. Namun saya selalu percaya, saat kami bermain di kandang, kami bisa mendapatkan hasil positif," ujar dia.
Bojan juga mengakui kemenangan 6-1 Bali United akan meningkatkan rasa percaya diri tim lawan.
"Tapi tidaklah sama bermain melawan kami, dengan segala hormat, tidaklah sama ketika bermain melawan Persib," tuturnya.
Dari sisi kesiapan tim, seluruh pemain Persib dalam kondisi siap tampil, kecuali Julio Cesar yang harus absen akibat akumulasi kartu kuning.
"Semua pemain siap, kecuali Julio (Cesar) yang mendapat empat kartu kuning. Tapi sisanya semuanya siap," kata dia.
Absennya Julio Cesar membuka peluang bagi Federico Barba untuk berduet dengan Patricio Matricardi di posisi bek tengah.