Iran Beri Syarat AS: Gencatan Senjata Lebanon dan Pencairan Aset Jadi Harga Mati
Evan Saputra April 11, 2026 09:34 PM

POSBELITUNG.CO - Pemerintah Iran secara resmi menunda upaya negosiasi dengan Amerika Serikat, dengan menegaskan bahwa perundingan hanya akan dimulai jika dua syarat utama dipenuhi: penghentian perang di Lebanon dan pencairan aset Iran yang dibekukan.

​Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa posisi ini tidak dapat ditawar di tengah meningkatnya eskalasi militer Israel yang telah menewaskan ribuan orang di Lebanon, menciptakan tembok diplomatik baru bagi upaya perdamaian yang didorong oleh Gedung Putih.

“Dua hal yang telah disepakati belum dilaksanakan, yaitu gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset Iran yang dibekukan,” tulisnya di media sosial dikutip dari Al Jazeera, Jumat (10/4/2026).

"Keduanya harus dipenuhi sebelum negosiasi dimulai," ucapnya.

Sikap Iran menegaskan bahwa konflik di Lebanon tidak bisa dipisahkan dari perundingan dengan Amerika Serikat. 

Bagi Teheran, serangan Israel terhadap Lebanon, khususnya terhadap kelompok Hezbollah, merupakan bagian dari konflik yang lebih luas.

Namun, posisi ini berbeda dengan pandangan AS dan Israel yang tidak memasukkan front Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata.

Perbedaan inilah yang kini menjadi titik krusial dalam proses diplomasi.

Di tengah kebuntuan tersebut, Israel justru meningkatkan operasi militernya di Lebanon. 

Militer Israel mengeklaim telah menghancurkan sekitar 4.300 target Hizbullah dan menewaskan lebih dari 1.400 anggotanya sejak eskalasi konflik meningkat awal Maret.

Operasi ini melibatkan lima divisi militer yang bergerak secara simultan di wilayah Lebanon selatan, menunjukkan intensitas serangan yang terus meningkat.

Eskalasi militer ini berdampak besar terhadap warga sipil. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 1.888 orang tewas, termasuk 163 anak-anak, sejak konflik meningkat.

Angka tersebut mencerminkan memburuknya krisis kemanusiaan di kawasan yang sudah lama dilanda konflik.

Dengan syarat yang diajukan Iran dan eskalasi militer yang terus berlangsung, peluang dimulainya negosiasi dalam waktu dekat semakin kecil.

Amerika Serikat sebelumnya mendorong percepatan perundingan untuk memanfaatkan momentum gencatan senjata.

Namun tanpa kesepakatan terkait Lebanon, proses tersebut berpotensi tertunda.

(Tribunnews/kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.