TRIBUNJATIM.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) menggunakan sistem desil untuk penerima bantuan sosial (bansos).
Untuk mengetahui desil, masyarakat cukup dengan menggunakan NIK Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Masyarakat bisa langsung mengetahui statusnya sekaligus berada di desil berapa.
Melalui layanan resmi Kemensos, proses cek desil bisa dilakukan secara online lewat HP tanpa perlu datang ke kantor kelurahan.
Dikutip dari Kompas.com, cek desil bansos bisa dilakukan sendiri lewat HP tanpa perlu datang ke kantor kelurahan. Berikut dua cara yang bisa dicoba:
Baca juga: Jadi Joki Pengambilan Bansos, Ibu-ibu Dibayar Rp 40 Ribu Per Kartu, Pernah Diajak Curang Pegawai
Desil adalah metode pengelompokan masyarakat ke dalam 10 kategori berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.
Sistem ini digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi ekonomi rumah tangga secara nasional. Semakin kecil angka desil, maka semakin rendah tingkat kesejahteraannya.
Data tersebut bersumber dari DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) yang dikelola Kemensos dan terintegrasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Pembaruan data dilakukan secara berkala, umumnya setiap tiga bulan.
Berikut pembagian kelompok desil berdasarkan tingkat kesejahteraan:
Lantas, desil berapa yang dapat bansos?
Kelompok desil menjadi acuan utama dalam penentuan penerima bantuan sosial. Secara umum sebagai berikut:
Sementara itu, masyarakat di atas desil 5 umumnya tidak diprioritaskan karena dianggap lebih mampu. Namun, keputusan akhir tetap melalui proses verifikasi dan validasi data.
Baca juga: Penjual Kue Surotul Mufidah Lega usai Dinyatakan Layak Terima Bansos: dari Dulu Tidak Pernah Dapat
Meski termasuk dalam kelompok desil tertentu, seseorang bisa saja tidak menerima bansos. Beberapa penyebabnya antara lain:
Jika hasil cek desil tidak sesuai kondisi sebenarnya, Anda bisa mengajukan perbaikan data melalui:
Itulah cara cek desil Kemensos 2026. Anda bisa melakukan cek desil secara berkala untuk memastikan status kelayakan menerima bansos terlebih data terus diperbarui.