WATER Taxi Rute Bandara-Canggu, Estimasi Anggaran Rp1,21 T, Menhub & Gubernur Koster Sudah Rapat 
Anak Agung Seri Kusniarti April 12, 2026 01:03 AM

TRIBUN-BALI.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membuat skema water taxi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Hal ini sebagai upaya untuk mengurai kemacetan di Bali. 

“Pengembangan water taxi itu solusi alternatif mengintegrasikan darat, laut, dan udara untuk mengurangi kepadatan khususnya di Kabupaten Badung,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Bali Wayan Koster, saat rapat kerja (Raker) di Komisi V DPR RI pada Rabu (8/4). 

Rencana taksi laut (water taxi) ini memanfaatkan geografis Bali guna mengurangi beban kendaraan di jalan umum. Taksi laut direncanakan akan menghubungkan titik-titik strategis seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan wisata padat seperti Seminyak, Canggu, Kuta, dan Uluwatu. 

Sistem water taxi dinilai lebih ramah lingkungan dan mendukung sektor pusat pariwisata. Waktu tempuh dengan water taxi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai diperkirakan sekitar 30 menit.

Baca juga: ASTAGA! 2 Pria Tewas Mengenaskan Dikeroyok di Benoa & Dibakar Hidup-hidup, Polisi Tangkap 5 Pelaku

Baca juga: CEGAH Macet Jalur ke Pura Besakih, Truk Pengangkut Galian C Dialihkan ke Jalur Sidemen-Klungkung!

“Hal ini dapat memangkas waktu hingga 2 jam perjalanan darat. Menggunakan water taxi, perjalanan dapat ditempuh maksimal 30 menit,” imbuhnya.

Estimasi anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 1,21 triliun. Dalam menjamin aspek keamanan di perairan yang ekstrem, maka dibutuhkan penahan gelombang (breakwater) untuk pelabuhan yakni di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pantai Sekeh, dan Pantai Berawa, Canggu. Tahapan pengembangan dimulai Januari 2026 hingga Juli 2027.

Rencananya, PT ASDP akan mengoperasikan water taxi tersebut yang saat ini dalam proses penyusunan studi Detailed Engineering Design (DED). “Adapun pekerjaan konstruksi dimulai Agustus 2026 hingga Juli 2027,” ungkapnya.

Diungkapkan, Canggu saat ini menjadi primadona pariwisata. Bahkan, Kemenhub telah melakukan survei pada Agustus lalu terhadap 1.271 responden. Minat tertinggi salah satunya  ke kawasan Canggu.

“Hasil survei terhadap wisatawan, Canggu masuk tiga besar minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara di Bali,” tambahnya.

Water taxi menjadi salah satu solusi yang dianggap paling ideal. Saat pemaparan, pimpinan Komisi V menanyakan progres rencana kereta api di Bali.

“Soal rencana kereta, apakah ada kemajuan terkait investor yang menggarap, termasuk MRT?” terang Ketua Komisi V Lasarus ke Menteri Perhubungan. Sayangnya, rencana pembangunan kereta, baik itu LRT, MRT, maupun ART, masih terkendala pemodal yang sepi peminat. 

“Memang sebelumnya ada minat, namun sampai saat ini belum ada investor yang mau membicarakan kembali pengembangan kereta. Kami tetap mencoba menawarkan kepada pihak investor yang tertarik pada pengembangan jalur kereta baik MRT atau LRT di Bali.” 

“Itu sebabnya kami datang dengan salah satu solusi alternatif water taxi untuk menjembatani waktu yang ada sebelum investor masuk,” pungkasnya. (sar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.