Jakarta (ANTARA) - Agenda Halalbihalal Jakarta adalah salah satu simbol persatuan di tengah keberagaman Ibu Kota.

"Halalbihalal Jakarta malam ini bukan milik satu golongan, bukan milik satu kelompok, bukan milik satu identitas. Ini adalah milik kita semua," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, di Taman Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu.

Menurutnya, Jakarta harus terus menjadi kota yang merangkul seluruh warganya.

Rano menekankan bahwa keberagaman di Ibu Kota merupakan kekuatan utama dalam membangun harmoni sosial.

Oleh karena itu, Rano mengajak warga untuk tidak merasa terasing di kotanya sendiri.

"Jangan sampai ada yang merasa asing di kotanya sendiri, jangan sampai ada yang merasa kecil di tengah kebesaran kotanya. Semua punya tempat, semua punya ruang, semua punya harapan," ujar Rano.

Pemilihan Taman Fatahillah sebagai lokasi acara, kata Rano, memiliki makna historis yang kuat.

Kawasan tersebut, katanya, menjadi simbol perjalanan panjang Jakarta, sekaligus ruang untuk menuliskan masa depan kota yang lebih inklusif dan berbudaya.

Rano juga menyoroti berbagai perayaan lintas budaya yang telah digelar sepanjang tahun di Jakarta.

Mulai dari perayaan Natal, Imlek, hingga festival budaya seperti ogoh-ogoh dan bedug kolosal, seluruhnya menjadi bukti nyata bahwa Jakarta hidup dalam keberagaman.

"Semua itu bukan sekadar perayaan, melainkan penegasan bahwa Jakarta berdiri di atas fondasi toleransi dan kebersamaan," ujar Rano.

Lebih lanjut, Rano menyebut, harmoni sosial yang terjaga turut berkontribusi pada meningkatnya rasa aman di Jakarta.

Berdasarkan berbagai indikator global, Jakarta kini menempati posisi kedua sebagai kota teraman di kawasan Asia Tenggara.

"Capaian ini tidak lahir dari kebetulan, melainkan hasil dari kedewasaan warga dan kesadaran bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat," kata Rano.

Dampak ekonomi

Selain itu, Rano juga memaparkan dampak ekonomi dari berbagai kegiatan yang digelar di Ibu Kota.

Ia memberikan contoh, rangkaian program seperti Jakarta Festival Wonder, perputaran ekonominya mencapai sekitar Rp67,5 triliun sejak perayaan Natal hingga saat ini.

Sementara itu, program Mudik ke Jakarta yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mencatat transaksi hingga Rp20 miliar.

Rano Karno juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Jakarta sebagai rumah bersama.

Dia menekankan bahwa kota ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan amanah yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.

"Jakarta bukan hanya tempat kita tinggal, ia adalah titipan yang harus dirawat dengan kasih dan hormat, karena di dalamnya hidup jutaan harapan," ucap Rano.