Kronologi Siswa SMP Islamic Centre Siak Tewas Akibat Senjata Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik
Dedy Qurniawan April 12, 2026 11:03 AM

BANGKAPOS.COM - MA (15), siswa SMP Islamic Centre di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, tewas setelah senjata rakitan meledak saat ujian praktik, Rabu (8/4/2026), pukul 10.30 WIB.

Kejadian ini pun jadi sorotan.

MA merupakan siswa kelas IX  Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahfiz Islamic Centre Siak.

Kejadian bermula saat siswa SMP Islamic Centre Siak itu bersama siswa lainnya melaksanakan ujian praktik sains di halaman sekolah.

Siswa terbagi 5 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 9 orang.

Masing-masing kelompok memperagakan hasil karya sains yang telah mereka kerjakan.

Peraga pertama adalah kelompok korban.

Korban sendiri berperan sebagai peraga. Korban memperagakan senapan 3D yang ia rakit sendiri.

Sebelum diperagakan, kelompok lain diminta untuk menjauh.

Pada saat tembakan dilakukan, tiba-tiba senapan berasap dan meledak.

Pecahan senjata berhamburan, yang mengenai dinding kelas, aula sekolah.

Ternyata, serpihan senjata turut mengenai kepala korban dan mengakibatkan luka parah.

Kejadian itu memicu kepanikan di sekolah. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak.

Namun, dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Penyebab ledakan yaitu hasil karya sains korban berupa senapan 3D rakitan. Di lokasi kami temukan bagian-bagian plastik, potongan besi dan bubuk hitam. Bubuk hitam ini kita kirim ke Labfor Polda Riau untuk periksa," kata Kosmos dilansir kompas.com.

"Terkait ada atau tidaknya kelalaian, masih kami selidiki," kata Kosmos.

Baca juga: Anggota Brimob Diduga Aniaya Siswa SMP hingga Tewas, Kapolda Maluku Janji Proses Transparan

Kepala Sekolah dan Guru Diperiksa

Setelah kejadian, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak, Riau, memerika sejumlah guru . Polisi melakukan penyelidikan apakah ada kelalaian dalam peristiwa ini.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, AKP Raja Kosmos, mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah dan tiga orang guru.

 "Masih didalami sampai saat ini dan memintai keterangan dari saksi-saksi," kata Kosmos saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (10/4/2026).

Disebutkan Kosmos, senjata api yang dibawa korban ke sekolah tersebut bukan menjadi bagian kurikulum.

"Pihak sekolah mengaku tidak mengetahui yang akan dipraktikkan oleh korban adalah senjata api," ungkap Kosmos.

Senjata yang dirakit korban, sambung dia, juga belum pernah dibawa ke sekolah.

Setelah dibawa ke sekolah untuk ujian praktik, korban sempat berkata senjata itu sudah pernah diuji dan aman. 

"Korban menyampaikan ke guru bahwa senjata itu sudah pernah diuji dan aman," kata Kosmos.

Namun, pada saat diuji, tiba-tiba senapan 3D itu mengeluarkan asap dan meledak hingga mengenai kepala korban, yang mengakibatkan kematian. (Kompas.com/ Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.