Jakarta (ANTARA) - Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner akan bertarung memperebutkan dua hal penting dalam final Monte-Carlo Masters hari ini, Minggu, yakni gelar dan peringkat nomor satu dunia.

"Saya rasa ini adalah tempat impian bagi semua orang," kata Alcaraz, dikutip dari ATP.

"Saya berjuang untuk gelar Monte-Carlo kedua, dia berjuang untuk gelar pertamanya," ujar dia menambahkan.

Alcaraz, juara bertahan di Monte-Carlo, tengah mendominasi posisi teratas dunia nyaris sejak ia mengalahkan Sinner untuk memenangi US Open September lalu.

Sinner sempat kembali ke peringkat satu untuk satu pekan tersebut menjelang ATP Finals 2025 pada pertengahan November, tetapi Alcaraz sejak itu menyusul petenis Italia tersebut dalam hal jumlah pekan yang dihabiskan di posisi No.1 dunia.

Jika Alcaraz menang, dan kemudian memulai pekan ke-67 sebagai petenis peringkat satu dunia, petenis Spanyol itu akan unggul 590 poin dari Sinner di peringkat ATP.

Namun, ia tetap tidak akan merasa aman dalam posisinya, mengingat ia harus mempertahankan 3.300 poin lagi di seluruh rangkaian turnamen lapangan tanah liat Eropa, dimulai pekan depan di Barcelona Open Banc Sabadell di mana ia mencapai final pada 2025.

"Sejujurnya, saya akan kehilangan peringkat satu dunia suatu saat nanti," kata Alcaraz sebelum pertandingan pertamanya pekan ini di Monte-Carlo.

Menurut Alcaraz hal itu bisa saja terjadi di Monte-Carlo maupun turnamen lain, sebab dirinya dihadapkan pada tugas menjaga poin yang sangat sulit untuk dipertahankan.

"Bahkan jika saya berhasil mempertahankannya, Jannik akan menambah beberapa poin di turnamen-turnamen di mana ia tidak perlu mempertahankan poin apa pun," ujar petenis berusia 22 tahun itu.

Berbeda jauh dengan Alcaraz, Sinner hanya memiliki 1.950 poin untuk dipertahankan di lapangan tanah liat setelah Monte-Carlo dan tidak ada lagi hingga Internazionali BNL d'Italia di Roma pada pertengahan Mei.

Oleh karena itu, jika Sinner dapat merebut kembali posisi puncak sesegera mungkin dengan mengalahkan Alcaraz di final hari Minggu untuk memenangkan gelar Monte-Carlo pertamanya, ia mungkin akan menjadi lawan yang sulit untuk digeser -- meskipun keunggulan awalnya dari petenis Spanyol itu hanya 110 poin.

"Kami memang banyak berlatih untuk meningkatkan kemampuan kami. Terutama pada servis dan juga mengubah strategi pengembalian bola serta poin-poin pengembalian, mencoba meningkatkan intensitas dari awal hingga akhir, dan semuanya," kata Sinner tentang peningkatannya sendiri.

Sinner menilai pertemuan dengan Alcaraz sesegera mungkin sebelum Roland Garros adalah skenario terbaik baginya untuk mempersiapkan upaya membalas kekalahan di final French Open tahun lalu.

Pertemuan ini bagi Sinner menjadi kesempatan untuk mengukur level permainannya saat ini sembari mengidentifikasi aspek apa saja yang perlu ditingkatkan.

“Bagaimanapun, menang atau kalah, itu akan menjadi masukan yang baik dan poin penting yang perlu kita tingkatkan," ujar petenis berusia 24 tahun itu.

Alcaraz unggul 10-6 atas Sinner dalam persaingan head to head mereka, termasuk empat dari enam kemenangan tahun lalu dan kemenangan dalam tiga dari empat pertemuan mereka di lapangan tanah liat.

Terlepas dari siapa yang menang di Monte-Carlo Country Club, monopoli Alcaraz dan Sinner di puncak peringkat ATP tampaknya aman.

Keduanya telah menduduki posisi puncak sejak Novak Djokovic menyelesaikan pekan ke-428 sebagai petenis No.1 pada 9 Juni 2024, rekor yang terus diperpanjang.

Alcaraz dan Sinner telah memantapkan diri sebagai kekuatan gabungan yang tak tergoyahkan, dengan dominasi mendekati dua tahun di posisi puncak.