BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah anggapan sebagian masyarakat yang mengira sudah tidak beroperasi, SMA KORPRI Banjarmasin justru menunjukkan eksistensinya lewat kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.
Hal itu terlihat dari kegiatan latihan bersama dan mini lomba panahan yang digelar bekerja sama dengan organisasi Panahan Indonesia Kalimantan Selatan, Minggu (12/4/2026).
Di halaman sekolah, puluhan peserta dari berbagai daerah di Kalsel tampak serius membidik target. Anak-anak hingga kategori dewasa ambil bagian dalam lomba dengan berbagai nomor, mulai dari jarak 7 meter hingga 20 meter.
Total sekitar 60 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menjadikan suasana sekolah yang sempat dianggap “sepi” justru kembali hidup dengan aktivitas olahraga.
Baca juga: Polisi Beber Kronologi Kecelakaan Maut di Bawahan Selan Astambul Banjar, Libatkan 3 Kendaraan
Baca juga: Kejar Pencuri, Pemuda 22 Tahun Dibacok dengan Parang Hingga Terluka, Pelaku Langsung Menghilang
Ketua Panahan Indonesia Kalsel, Akhmad Taufik, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan atlet sejak usia dini.
“Ini bagian dari pembinaan generasi muda. Sasaran kami pelajar, dari SD sampai SMA bahkan mahasiswa,” ujarnya.
Ia menilai, potensi olahraga panahan di Kalsel cukup besar karena didukung fasilitas dan pelatih, namun masih minim peminat. Karena itu, kehadiran pusat latihan seperti di SMA KORPRI dinilai penting.
“Kami sudah punya tempat, pelatih, dan alat. Tinggal bagaimana meningkatkan jumlah pegiatnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMA KORPRI Banjarmasin, Norkhayati, secara terbuka mengakui bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sekolah yang dipimpinnya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa SMA KORPRI masih ada. Bahkan kami terus berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada citra sekolah, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga.
“Kami sangat senang. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga bisa meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sini,” katanya.
Dari sisi pembinaan, pelatih panahan asal Tapin, Ibrahim, yang membawa 12 peserta, menilai kegiatan ini memiliki dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda.
“Ini jadi wadah untuk meminimalisir kenakalan remaja sekaligus pembibitan atlet. Yang paling penting, membentuk mental anak-anak,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering digelar dengan variasi kategori lomba yang lebih luas.
(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)