Aktivitas Proyek Sekolah Rakyat Sinjai Dikeluhkan, Jalan Dipenuhi Lumpur dan Kerikil
Ansar April 12, 2026 01:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM— Proyek pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menuai sorotan dari warga.

Pasalnya, proyek senilai Rp245 miliar itu membuat jalan jalan di sekitar lokasi membahayakan pengendara.

Program Presiden Prabowo Subianto itu dibangun di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.

Lokasi proyek berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Bupati Sinjai, tepat di belakang Kantor Dinas PMD Sinjai.

Jalan di area proyek becek, licin, serta dipenuhi material seperti pasir, batu kerikil, dan tanah liat yang terbawa kendaraan proyek.

Aktivitas keluar-masuk kendaraan proyek menjadi penyebab utama kerusakan jalan tersebut.

Kondisi ini semakin parah saat hujan turun.

Jalan berubah menjadi lumpur yang licin dan sulit dilalui, terutama bagi pengendara roda dua.

“Kalau hujan, jalan seperti lumpur. Sudah licin, banyak kerikil juga. Sangat berbahaya,” ujar salah satu warga setempat berinisial EK kepada Tribun-Timur, Minggu (12/4/2026).

Menurut EK, kondisi tersebut tak hanya mengganggu kenyamanan juga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Beberapa pengendara nyaris terjatuh akibat kehilangan kendali saat melintas di kawasan tersebut,” ujarnya. 

Warga lainnya, AR menilai pihak pelaksana proyek kurang memperhatikan dampak lingkungan sekitar, khususnya terhadap akses jalan umum yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Padahal kata AR, di sekitar lokasi proyek juga terdapat sejumlah instansi yang turut terdampak oleh kondisi jalan tersebut.

“Kami tidak menolak pembangunan sekolah, tapi jangan abaikan keselamatan masyarakat,” katanya.

Ia meminta pihak terkait turun tangan melihat kondisi tersebut.

“Kami berharap ada tanggung jawab dari pihak terkait agar pembangunan yang bertujuan baik tidak justru menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat,” ujarnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.