TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapat tambahan titik baru Sekolah Rakyat akan dibangun pada tahap dua.
Saat ini sedang berjalan pembangunan 9 gedung Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Sulsel.
Sulsel mendapat tambahan 7 titik lagi nantinya di tahap kedua.
"Ada tujuh lokasi. Di Kabupaten Gowa, Pangkep, Pinrang, Luwu, Toraja Utara, Enrekang dan Luwu Timur," kata Kepala Satker Prasarana Strategis Sulsel Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan saat dikonfirmasi pada Minggu (12/4/2026).
Ternyata ada satu usulan daerah yang tidak lolos verifikasi pemerintah pusat.
"Bulukumba tidak masuk, lahannya tidak sesuai," katanya.
Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik Faisal meminta tujuh daerah yang disetujui sudah harus menyiapkan urusan administrasi.
Diantaranya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
"Tujuh ini sudah lolos di Kementerian Sosial, tinggal Kementerian PU. Makanya kami dengan Kabupaten Kota terus berkoordinasi untuk mengawal, jangan sampai lepas," kata Malik Faisal pada Minggu (12/4/2026).
Terkait usulan Bulukumba, Abdul Malik menyebut kepemilikan lahan jadi persoalan.
Sebab lahan yang diusulkan merupakan area perkemahan.
"Jadi harus balik nama dari pramuka ke Pemda dulu, dan kami sudah koordinasi ke Pak Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas, kami intensif koordinasi bulukumba ini sudah masuk prioritas," kata Abdul Malik.
"Tapi tergantung dari Bulukumba, kalau dia bisa menyelesaikan alas
haknya, masalah alas haknya membalik nama maka dia bisa lolos," sambungnya.
Abdul Malik menyebut Bulukumba masih mempunyai waktu mengurus persoalan kepemilikan lahan tersebut.
Sebab proyek akan berkontrak ditargetkan Juni mendatang.
"Kalau sampai dengan hari H kontrak ternyata, artinya itu masih bukan miliknya Pemda maka ya mungkin yang lain (Dipilih pusat), karena ada banyak provinsi kabupaten lain juga di seluruh Indonesia," katanya
Di sisi lain, pembangunan 9 Sekolah Rakyat di Sulsel tahap pertama terus dikebut.
Di Tahap Pertama ini pemerintah pusat mengalokasikan total Rp 2,3 Triliun pembangunan sekolah rakyat di Sulsel, terbagi dalam dua paket.
Paket satu mendapat alokasi Rp 1,2 Triliun meliputi Sidrap, Wajo, Sopeng, Tana Toraja, dan Barru.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Waskita Karya menjadi pemenang lelang konstruksi.
Sementara pada paket dua ialah Makassar, Takalar, Sinjai dan Bone dengan alokasi Rp 972 Miliar.
Paket 2 dimenangkan perusahaan BUMN lainnya PT Nindya Karya.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz