Demo Pendukung Hizbullah di Beirut, Sebut Negosiasi dengan Israel akan Berakhir di Tempat Sampah
Ramadhan Aji Prakoso April 12, 2026 01:56 PM

-Ratusan pendukung Hizbullah berkumpul di Lapangan Riad Al-Solh di Beirut.

Mereka berkumpul untuk menyatakan penentangan terhadap langkah pemerintah Lebanon soal rencana negosiasi dengan Israel.

Dilansir dari Viory, rekaman video menunjukkan massa aksi pengunjuk rasa dengan membawa gambar para pemimpin Hizbullah, Sabtu (11/4/2026).

Dalam aksinya mereka juga mengibarkan bendera Lebanon dan Iran.

Poster bertuliskan 'Perlawanan adalah pilihan kita, juga turut terlibat dalam demo tersebut.

Selain itu, dalam aksinya para pengunjuk rasa juga meneriakkan pesan-pesan pembangkangan.

Pendemo menegaskan bahwa Negosiasi akan berakhir di tempat sampah dan tidak akan memberi hasil apa pun.

"Negosiasi akan berakhir di tempat sampah, tidak akan memberi kita apa pun," kata sesama demonstran, Kamal Shabqaji.

Mereka juga menyebut bahwa akan melawan dan tidak berkompromi serta menegaskan tidak adanya negosiasi.

 “Kami melawan, kami tidak berkompromi!” dan “Tidak ada pembicaraan, tidak ada konsesi!”

"Tidak mungkin dia (Nawaf Salam) akan mendapatkan apa yang diinginkannya," kata Zainab Abbas.

Seorang demonstran menyebut bahwa para pendukung Hizbullah selama ini memiliki pejuang di garis depan dan mengklaim mereka tidak lemah.

Ia menyebut mereka telah menulis kisah-kisah heroik untuk dilihat seluruh dunia bahwa mereka kuat.

"Selama kita memiliki pejuang di garis depan yang menulis kisah-kisah heroik untuk dilihat seluruh dunia bahwa kita tidak lemah."

"Kami katakan padanya: pergilah dan bernegosiasi sendiri. Bagi kami, penghinaan adalah hal yang tak terbayangkan. Baik dia maupun orang lain tidak dapat mengambil sebutir debu pun dari selatan," tambahnya.

Disisi lain, Kepresidenan Lebanon mengumumkan bahwa pembicaraan dengan Israel akan dimulai di markas besar Departemen Luar Negeri AS, Selasa (14/4) mendatang.

Pengumuman itu disampaikan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan pemerintahannya untuk terlibat dalam pembicaraan langsung dengan Lebanon 'sesegera mungkin'.

Pembicaraan langsung dengan Lebanon direncanakan akan dilakukan pada Kamis (16/4).

Diketahui, serangan udara Israel di Lebanon terus berlanjut meski ada kesepakatan gencatan senjata.

Iran menyatakan gencatan senjata juga mencakup penghentian serangan di Lebanon, namun Israel membantah.

Sementara itu, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu dengan target kesepakatan lebih luas.

Disisi lain, Pakistan bertindak sebagai mediator dalam putaran pertama pembicaraan di Islamabad, Sabtu (11/4).

Program: Tribunnews Update
Host: Alinda Panca
Editor Video : Ramadhan Aji Prakoso
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.