- Iran dikabarkan menolak penawaran yang diajukan Amerika Serikat (AS) dalam pembicaraan di Islamabad.
Iran menilai AS sering tidak konsisten dan tidak menghormati kesepakatan sebelumnya.
Time of India mengabarkan, Iran menyebut AS mengajukan tuntutan yang tidak realistis dan terlalu jauh.
Dilansir dari Al Jazeera, dalam pertemuan tersebut Wakil Presiden AS JD Vance disebut meninggalkan Islamabad setelah negosiasi dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan.
Delegasi Iran menilai alih-alih mencapai kesepakatan bersama, AS justru mencari celah untuk keluar dari proses perundingan yang masih berlangsung.
Sumber dekat delegasi Iran menyebut bahwa kini bola berada di tangan Washington setelah gagalnya putaran negosiasi tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa negaranya telah memenangkan konflik melawan Iran, terlepas dari hasil akhir perundingan.
Penawaran yang diajukan AS disebut Washington sebagai “penawaran terakhir dan terbaik”, meski belum diterima oleh pihak Iran.
Namun, Iran menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa proses negosiasi belum menghasilkan kesepakatan apa pun antara kedua pihak.
Di sisi lain, Israel dilaporkan terus melanjutkan serangan di Lebanon Selatan yang menewaskan sedikitnya 13 orang dalam beberapa insiden terbaru.
Iran menegaskan akan terus memantau perkembangan kawasan di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan berbagai pihak.
Program: Tribunnews Update
Host: Alinda Panca
Editor Video : Ramadhan Aji Prakoso
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso