Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski gagal dalam jalur SNBP 2024, tak membuat Nailatul Ramadhani atau Azizah menjadi patah semangat.
Lulusan MAN Kota Surabaya ini justru menjadikan momen tersebut sebagai titik balik untuk mempersiapkan diri lebih matang menghadapi SNBT 2024.
Baca juga: Waspadai Kemarau Godzila, Bangkalan Diterjang Hujan-Badai sampai Petir Sambar Plafon Kamar Mandi
Azizah mengaku sempat merasa kecewa saat dinyatakan tidak lolos SNBP.
Padahal, ia telah mempersiapkan diri dan cukup percaya diri dengan hasil prediksi dari bimbingan belajar yang diikutinya.
"Waktu itu sempat down, tapi saya tidak mau menyerah. Sehari setelah pengumuman, saya langsung fokus lagi untuk SNBT," ujarnya mengenang perjuangannya dua tahun lalu tersebut.
Langkah cepat ini dibuktikan dengan meningkatkan intensitas belajar.
Azizah mengatur jadwal belajar lebih disiplin dengan mengikuti les serta mengerjakan latihan soal hingga dua sampai tiga kali dalam sehari.
Ia juga memperbanyak try out untuk mengenali berbagai tipe soal yang berpotensi keluar saat ujian.
Menurutnya, keberhasilan dalam SNBT tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental.
Oleh karena itu, ia mulai mempersiapkan diri sejak jauh hari agar lebih siap menghadapi tekanan saat ujian berlangsung.
"Saya belajar tidak hanya dari satu platform. Harus eksplor banyak tipe soal dan penting juga untuk siap secara mental," jelasnya.
Selain usaha pribadi, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang membantu Azizah bangkit dari kegagalan.
Ia menyebut peran sang ayah sangat besar dalam menguatkan mentalnya untuk kembali berjuang.
"Dukungan orang tua itu penting banget. Dari situ saya jadi semangat lagi. Teman-teman juga saling menguatkan," ungkapnya.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Azizah berhasil lolos ke Program Studi S1 Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Airlangga melalui jalur SNBT dengan skor 673.
Di usianya yang baru 16 tahun, ia menjadi salah satu calon mahasiswa baru termuda di kampus tersebut.
Ke depan, Azizah berharap kisahnya bisa menjadi motivasi bagi peserta lain yang tengah berjuang.
Ia menegaskan bahwa kegagalan bukanlah akhir.
Melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan.
"Lakukan apa yang bisa membuat diri kita di masa depan berterima kasih. Itu yang selalu saya pegang," pungkasnya.