‘Kolam Ikan Lele’ Sambut Penumpang KM Labobar di Pelabuhan Fakfak
Roifah Dzatu Azmah April 12, 2026 02:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Julukan "Kolam Ikan Lele" kembali disematkan untuk sejumlah titik di area Pelabuhan Fakfak, Papua Barat yang berlubang dan dipenuhi genangan air.

Tampak genangan ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas hilir mudik para penumpang Kapal Motor (KM) Labobar. 

Pantauan TribunPapuaBarat.com Minggu (12/4/2026), sejumlah spot dengan kondisi berlubang tersebut diperparah dengan genangan air, akibat hujan deras yang sebelumnya menerjang Kota Fakfak dan sekitarnya. 

Warga khususnya para penumpang KM Labobar terlihat bersusah payah mengangkat barang mereka, melewati sejumlah titik yang berlubang dan dipenuhi genangan air tersebut. 

"Subuh hari ini tanggal 12 April 2026, saat KM Labobar sandar di Pelabuhan Fakfak, kondisi pelataran pelabuhan terlihat sangat memprihatinkan," ujar salah satu warga Fakfak, Irwanto kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat. 

Baca juga: KP2KP Fakfak Gencarkan Program Pajak Bertutur ke Berbagai Sekolah, Tingkatkan Kesadaran Pajak

Area yang seharusnya menjadi akses utama bagi penumpang justru dipenuhi genangan air di berbagai titik. 

"Tanah yang becek membuat setiap langkah harus loncat sana loncat sini menghindari genangan air, bahkan beresiko terpeleset, terutama bagi penumpang lanjut usia, anak-anak, maupun mereka yang membawa barang bawaan," jelasnya prihatin. 

Pemandangan ini menimbulkan rasa iba.

Para penumpang yang baru turun dari kapal harus berjuang melewati genangan air dan lumpur, sementara para pengantar pun tidak luput dari kondisi yang sama. 

"Di mana sepatu dan pakaian menjadi kotor, kenyamanan yang seharusnya menjadi bagian dari pelayanan publik nyaris tidak terasa," pungkasnya. 

Ironisnya, kondisi ini terjadi di tempat yang setiap orang diwajibkan membayar retribusi saat masuk pelabuhan. 

"Harapan akan fasilitas yang layak dan lingkungan yang terawat seolah tidak sebanding dengan kenyataan di lapangan," tandanya. 

Baca juga: Operasi Wirawaspada, Imigrasi Manokwari Perketat Pengawasan WNA di Kabupaten Mansel

Dari potret lokasi itu, warga menilai tidak tampak adanya upaya serius dari pihak pengelola pelabuhan untuk memperbaiki atau setidaknya mengantisipasi kondisi tersebut, meskipun masalah ini bukan hal baru.

"Pelabuhan sebagai gerbang transportasi laut seharusnya mencerminkan pelayanan yang baik dan profesional," katanya. 

Namun, apa yang terjadi di Fakfak justru sebaliknya memberikan kesan kurangnya perhatian terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat. 

"Kondisi ini sudah sepatutnya menjadi perhatian serius Pengelolaan Pelabuhan Fakfak," tekannya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.