KP2KP Fakfak Gencarkan Program Pajak Bertutur ke Berbagai Sekolah, Tingkatkan Kesadaran Pajak
Roifah Dzatu Azmah April 12, 2026 02:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Fakfak menggencarkan Program Pajak Bertutur ke berbagai sekolah dalam meningkatkan kesadaran pajak sejak dini, pada hari Minggu (12/4/2026).

Satu di antara sekolah yang didatangi, yakni SD Inpres 2 Wagom, di mana anak-anak diperkenalkan dengan dunia perpajakan sejak dini sebagai sumber pemasukkan negara.

"Ini merupakan salah satu program kegiatan inklusi kesadaran pajak yang dilaksanakan oleh para pegawai DJP untuk mengampanyekan pajak kepada para insan pendidikan," ujar Kepala Kantor KP2KP Fakfak, Rendra Santika kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Bantaran Sungai di Manokwari Akan Ditertibkan, Bupati Hermus: DAS Harus Bebas Bangunan

Rendra menjelaskan, tujuan kampanye pengenalan perpajakan kepada peserta didik adalah untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini.

"Dengan demikian, supaya tumbuh kepedulian terhadap pajak sebagai sumber utama penerimaan negara," pungkasnya.

Dikatakannya, KP2KP sebagai salah satu unit vertikal Direktorat Jenderal Pajak di Kabupaten Fakfak yang turut berperan dalam pelaksanaan Pajak Bertutur tahun 2024 ini.

KP2KP mengambil tajuk “Lampaui Batas, Bangkit Untuk Indonesia Emas”.

"Pajak Bertutur merupakan salah satu program kegiatan inklusi kesadaran pajak yang dilaksanakan oleh para pegawai DJP untuk mengampanyekan pajak kepada para insan pendidikan," katanya.

Kegiatan ini  sudah dimulai sejak tahun 2017 dengan melibatkan 2.000 sekolah dan 20.000 siswa, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.

Rendra menyampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang maju, sehingga dapat bersaing dengan negara-negara maju dan mampu menghadapi tantangan zaman. 

"Untuk bisa mewujudkan cita-cita tersebut, maka diperlukan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan memiliki karakter yang bernilai dan berintegritas," jelasnya.

Dalam mencapai upaya ini, ia mengatakan peran pajak sangat diperlukan salah di antaranya untuk membiayai peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta pembangunan negara.

Baca juga: Tony Wenas dan Tiga Serikat Pekerja Tandatangani PKB ke-24 Periode 2026-2028

Rendra juga menyampaikan bahwa pelajar berperan pembangunan negara saat ini.

Yakni dengan belajar dengan tekun untuk menjadi orang sukses kedepannya dan juga tetap memelihara sarana dan prasarana sekolah yang telah dibiayai dari pajak.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres 2 Wagom Baida Maulana menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat beruntung didatangi pihak KP2KP Fakfak.

"Tujuannya untuk berbagi pengetahuan tentang pajak bersama para siswa, dan berharap para siswa konsentrasi dalam menerima materi tentang perpajakan ini agar paham bagaimana peran dan pentingnya pajak untuk pembangunan negara," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.