Grebeg 1.000 Ketupat Meriahkan HUT ke-21 PW Jateng di Biak Numfor
Marius Frisson Yewun April 12, 2026 07:29 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK - Suasana meriah, penuh kebersamaan dan dipadati warga tampak dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Paguyuban Warga Jawa Tengah (PW Jateng) di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah, di Nirmala Beach Biak, Minggu (12/4/2026)

Kegiatan yang mengusung tema “Grebeg 1000 Ketupat” iitu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wujud pelestarian budaya Jawa di tanah rantau.

Ketua Umum PW Jateng, Gunadi, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum HUT ke-21 ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga perayaan kebersamaan yang telah terbangun selama ini. 

Ia mengajak seluruh warga untuk terus merawat paseduluran dan silaturahmi yang telah terjalin dengan baik.

Baca juga: Ribuan Warga Larut dalam Doa dan Puji-pujian di KKR HUT ke-24 Sarmi

“Kita patut bersyukur kebersamaan ini tidak hanya terwujud dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam kerja nyata di tengah masyarakat. Kekuatan paguyuban ini bukan terletak pada satu individu, melainkan pada kebersamaan kita semua,” ujarnya.

Melalui Grebek 1000 ketupat, Gunadi juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi leluhur Jawa, meskipun berada jauh dari tanah asal. Menurutnya, identitas sebagai orang Jawa harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Melalui Grebeg 1000 ketupat ini, kita diingatkan akan pentingnya menjaga jati diri. Mari kita terus mengenalkan tradisi ini kepada anak-anak dan cucu kita agar mereka memahami asal-usulnya dan memiliki identitas yang kuat di tengah perubahan zaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, saat mewakili Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra, menyampaikan apresiasi kepada PW Jawa Tengah yang terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Usia 21 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini membuktikan bahwa warga Jawa Tengah mampu hidup rukun, kompak, dan konsisten memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Biak Numfor,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Mimika Persilakan Jaksa Periksa Proyek Perpustakaan SMPN Jila

Kamaruddin juga mengapresiasi inovasi Grebeg 1000 Ketupat sebagai bentuk akulturasi budaya yang harmonis antara tradisi Jawa dan kearifan lokal Papua. Ia menilai kegiatan berbagi ketupat mencerminkan nilai toleransi dan kepedulian sosial yang tinggi.

“Kegiatan ini sangat sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga persatuan dan kebersamaan antar masyarakat. Kami berharap PW Jateng terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusifitas dan mendorong kemajuan ekonomi daerah,” katanya.

Ia juga berpesan agar paguyuban terus menjadi wadah yang kokoh, tidak hanya untuk mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga memperkuat hubungan dengan berbagai suku di Biak Numfor.

Rangkaian Halal Bihalal diisi juga dengan berbagai kegiatan seperti lomba, berburu ketupat berhadiah, serta hiburan rakyat yang melibatkan seluruh peserta. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama ketupat, mempererat rasa kebersamaan di antara seluruh warga yang hadir.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.