TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyoroti lambatnya pelaporan dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kalikotes, yang baru mencuat setelah ramai di media sosial.
Hal tersebut disampaikan Hamenang saat melakukan sidak dan dialog di Kalikotes, Sabtu (11/4/2026).
Ia meminta semua pihak, terutama sekolah, agar segera melaporkan kejadian serupa tanpa menunggu viral.
"Kami minta tolong pihak sekolah. Kalau ada kejadian serupa, sesegera mungkin laporan," ujarnya.
Menurutnya, laporan bisa disampaikan melalui berbagai jalur, baik ke dinas terkait maupun langsung ke pihak berwenang.
"Berjenjang boleh. Boleh ke Bu Kepala Dinas Pendidikan atau langsung Lapor Masbub juga boleh atau mau masuk ke lapor ke BGN," katanya.
Hamenang menekankan pentingnya kecepatan respons untuk mencegah dampak lebih luas.
"Harapan kami bisa response time kita lebih cepat dalam rangka untuk mengantisipasi hal-hal semacam ini," tegasnya.
Baca juga: Bupati Hamenang Usul Guru Jadi Tester MBG, Bukan Siswa: Kalau Tidak Layak, Kembalikan
Ia juga mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang karena keterlambatan informasi.
"Jangan sampai sudah berhari-hari hingga viral sosial media, baru kita malah justru tahunya dari luar sana," katanya.
Dalam rangkaian sidak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Satya Haprabu Kalikotes, Bupati terlihat berkeliling ruang produksi hingga gudang penyimpanan.
Ia menunjuk beberapa titik yang dinilai perlu perbaikan, disaksikan oleh petugas dan aparat yang turut mendampingi.
Dugaan keracunan ini berdampak pada lebih dari 80 siswa dengan gejala seperti diare, muntah, dan pusing. Sekolah akhirnya menghentikan sementara program MBG selama dua minggu mulai 10 April 2026. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)