Pesan Dokter Tifa untuk Rismon Jadi Sorotan, Singgung Awal Pertemuan di UGM
Tommy Kurniawan April 12, 2026 07:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Dinamika polemik tudingan ijazah palsu Presiden RI Joko Widodo kembali memanas setelah hubungan antara Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dengan Rismon Sianipar tak lagi sejalan.

Melalui akun pribadinya di X (Twitter), Dokter Tifa menyampaikan pesan panjang bernuansa emosional yang ditujukan langsung kepada Rismon.

Dalam tulisannya, ia mengungkap kembali momen awal kebersamaan mereka bersama Roy Suryo saat mulai mengangkat isu tersebut.

Pertemuan pertama yang disebut terjadi pada 15 April 2025 di lingkungan Universitas Gadjah Mada menjadi titik awal perjalanan mereka.

"Hari itu bukan sekadar hari pertemuan pertama. Hari itu adalah titik mula sebuah perjalanan yang tidak ringan, bahkan mungkin terlalu berat untuk manusia biasa. Dan sejak hari itu, kita bukan lagi sekadar rekan seperjuangan. Kita menjadi tiga sahabat," tulis Dokter Tifa, Minggu (12/4/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Roy Suryo telah menganggap Rismon sebagai bagian dari keluarga.

"Aku dan Mas Roy, menganggapmu bukan hanya partner dalam mencari kebenaran, tapi adik kami sendiri. Ada rasa ingin menjaga. Ada rasa percaya yang tumbuh tanpa dibuat-buat. Ada keyakinan bahwa kita bertiga adalah satu barisan kecil yang tak akan terpisahkan," ungkap Dokter Tifa.

Baca juga: Trump Peringatkan China soal Dugaan Kirim Senjata ke Iran, Sebut Ada Risiko Besar

Dalam pesan tersebut, Tifa mengingat bagaimana semangat Rismon saat awal mengangkat isu ijazah yang disebutnya penuh keyakinan.

Ia juga menyinggung berbagai hal yang kini menjadi sorotan, termasuk latar belakang akademik Rismon yang turut dipersoalkan.

"Mengapa kamu tidak bicara. Mengapa kamu memilih diam, lalu berbalik arah? Padahal sejak awal, kita berjalan bukan sebagai orang asing. Kita berjalan sebagai tiga sahabat. Aku dan Mas Roy sudah menganggapmu sebagai adik, yang seharusnya bisa datang kapan saja, membawa beban seberat apa pun, tanpa takut dihakimi," ungkapnya.

"Kalau memang di masa lalu ada yang pernah keliru, kalau pernah ada kebohongan, kalau pernah ada langkah yang salah, itu bukan akhir dari segalanya, Rismon. Tidak ada manusia yang bersih tanpa cela. Dan tidak ada masalah yang benar-benar buntu, jika kita hadapi bersama, dengan jujur."

"Kita bisa cari jalan keluar. Kita bisa berdiri bersama. Kita bisa memperbaiki, apa pun itu. Tapi yang terjadi, justru sebaliknya. Kamu memilih jalan sendiri. Kamu menjauh. Dan pada titik tertentu… kamu berdiri di sisi yang berseberangan. Bahkan kamu sekarang memusuhi kami," papar Dokter Tifa.

Ia pun mempertanyakan keputusan Rismon yang dinilai berbalik arah dari perjuangan awal mereka.

"Mengapa kamu berkhianat? Bukan hanya kepada kami. Bukan hanya kepada persahabatan yang kita bangun dengan tulus… Tapi juga kepada begitu banyak orang yang menggantungkan harapan pada perjuangan ini. Pada rakyat. Pada kebenaran yang seharusnya kita jaga bersama."

"Apakah semua ini sepadan, Rismon? Apakah rasa takut itu lebih besar daripada nilai kebenaran yang dulu kamu perjuangkan dengan penuh keyakinan? Aku tidak menulis ini dengan amarah. Aku menulis ini dengan luka. Karena kehilangan seorang lawan itu biasa. Tapi kehilangan seorang adik dalam perjuangan, itu jauh lebih dalam rasanya," ujar Dokter Tifa.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebenaran tidak bergantung pada perubahan sikap individu.

Sebagai penutup, Tifa menyampaikan bahwa kesempatan untuk kembali ke jalur yang diyakini benar selalu terbuka.

"Jika suatu hari nanti kamu kembali melihat ke belakang, ingatlah satu hal: Kita pernah menjadi tiga sahabat. Kita pernah berdiri di titik yang sama, dengan hati yang bersih, dan niat yang lurus. Tak akan bisa dihapus oleh apa pun. Aku, dr Tifa, menulis ini untukmu, Rismon, dengan pilu yang tak terucap," tutupnya.

Rismon Akan Somasi Dokter Tifa

Berbeda dengan sikap Tifa, Rismon justru mengambil langkah hukum dengan rencana melayangkan somasi.

Ia menyoroti transparansi hasil penjualan buku Jokowi's White Paper yang ditulis bersama Dokter Tifa dan Roy Suryo.

Dalam pernyataannya, Rismon menyebut akan meminta audit terhadap rekening penjualan buku yang selama ini dikelola oleh Tifa.

"Saya dan kuasa hukum saya, Bang Jamadha Girsang, akan mensomasi Anda Bu Tifa untuk kita audit rekening-rekening penjualan buku JWP (Jokowi's White Paper) yang selama ini Anda pegang secara sepihak dan absolut," katanya.

Selain audit, ia juga meminta agar seluruh tulisannya dalam buku tersebut ditarik dari peredaran.

Namun, ia tidak mempermasalahkan jika buku tetap dijual selama tidak lagi memuat hasil penelitiannya.

"Keluarkan tulisan saya 468 halaman itu dari buku JWP. Anda harus mengeluarkan itu. Silahkan lanjutkan penjualan JWP tapi hanya tulisan Anda semua. Pak Roy Suryo 49 halaman, dan Anda (Dokter Tifa) 164 halaman, jadi 220 sekian halaman saja."

"Silahkan itu Anda jual secara absolut tetapi ada konsekuensi hukum jika Anda tanpa seizin saya tetap memproduksi, mencetak, dan menjual tulisan saya," tegasnya.

Rismon juga menyatakan akan melayangkan somasi setelah terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

SP3 Rismon Dinanti

Di sisi lain, kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menyoroti belum terbitnya SP3 terhadap Rismon hingga saat ini.

Padahal, menurutnya, Rismon telah memenuhi sejumlah syarat termasuk mengajukan restorative justice.

"Saya pikir setelah ditandatangani kesepakatan, ini adalah bagian dari kerja rodi, romusha yang dilakukan oleh Rismon sebagai syarat untuk mendapatkan SP3, kendati sampai hari ini saudara Rismon Sianipar tidak kunjung mendapatkan SP3," jelas Khozinudin.

Ia juga membandingkan dengan kasus Eggi Sudjana yang dinilai lebih cepat mendapatkan SP3.

Menurutnya, kondisi ini membuat Rismon berada dalam posisi sulit karena harus memenuhi berbagai tuntutan tambahan.

Sementara itu, Rismon juga tengah menghadapi laporan hukum dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, terkait dugaan pencemaran nama baik.

Namun, pihak Rismon membantah tudingan tersebut dan menyebut pernyataan yang beredar bukan berasal darinya.

Di sisi lain, Ketua Umum Jokowi Mania, Andi Azwan, menyatakan optimisme bahwa SP3 terhadap Rismon akan segera diterbitkan.

"Untuk SP3, saya punya keyakinan minggu depan ini akan diterbitkan SP3 untuk Saudara Rismon ya. Jadi tidak ada perlambatan-perlambatan oleh pihak Polda Metro Jaya," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan administratif telah dipenuhi, termasuk persetujuan dari pihak pelapor.

"Sudah ditandatangani semua oleh pelapor ya, termasuk Pak Jokowi dan tiga yang lainnya dan itu sudah berproses, saya punya keyakinan minggu depan ini akan keluar SP3 untuk Saudara Rismon," kata Andi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.