Hasnuryadi Datangi TPP Konsultasi AD/ART, Pastikan Tak Langgar Aturan Pencalonan Ketua KONI Kalsel
Ratino Taufik April 12, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARMASIN - Bakal calon (bacalon) Ketua KONI Kalimantan Selatan (Kalsel) masa bakti 2026-2030, Hasnuryadi Sulaiman, mendatangi Sekretariat KONI Kalsel pada Minggu (12/4/2026) dini hari.

Kedatangannya bersama tim bertujuan untuk berkonsultasi terkait aturan AD/ART KONI, khususnya soal larangan rangkap jabatan di cabang olahraga (cabor).

Hasnuryadi tiba sekitar pukul 00.00 WITA dan langsung bertemu dengan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).

“Pertama tentunya ingin silaturahmi dan memohon maaf karena baru bisa datang tengah malam. Kami mendapat informasi bahwa hari ini adalah batas akhir pendaftaran,” ujarnya.

Namun, informasi tersebut berbeda dengan keterangan resmi sebelumnya. TPP diketahui telah memperpanjang masa pendaftaran hingga 24 April 2026, sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers kedua.

Hasnuryadi menyebut keterlambatannya datang ke sekretariat karena menyelesaikan tugas di Stadion 17 Mei, usai pertandingan Barito Putera.

Baca juga: Atlet Jalan Cepat Kalsel Halida Ulfah Tampil di Kejuaraan Dunia di Brasil, Bidik Catatan Terbaik

“Kami menunggu sampai tugas di stadion selesai, baru bisa ke sini. Tidak ada maksud lain, hanya ingin memastikan semuanya berjalan lancar,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Hasnuryadi juga menyoroti pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga, seperti fair play, sportivitas, serta persatuan.

“Kita tahu olahraga menjunjung tinggi nilai fair play, sportivitas, persatuan dan kesatuan. Ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga bagaimana kita memberi contoh kepada masyarakat,” katanya.

Dia mengakui masih ada beberapa hal yang perlu didalami terkait aturan, termasuk soal kemungkinan rangkap jabatan di organisasi cabang olahraga yang saat ini masih ia pimpin.

“Kami akan konsultasi juga dengan induk organisasi cabor yang ada, seperti sepak bola, gulat, dan panjat tebing. Supaya semua sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Hasnuryadi menegaskan dirinya tidak ingin melangkah tanpa kepastian regulasi. Ia memilih untuk berkonsultasi terlebih dahulu demi memastikan proses pencalonannya tidak menyalahi AD/ART.

“Sekali lagi kami mohon maaf kepada semua pihak. Kami hanya ingin semuanya berjalan sesuai aturan demi kemajuan olahraga di Banua,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.