- Beberapa kapal terlihat terhenti di Selat Hormuz pada Jumat (10/4/2026), di tengah perhatian dunia terhadap perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad.
Situasi ini mencerminkan ketegangan yang membayangi kawasan tersebut. Rekaman yang beredar menunjukkan kapal-kapal seolah “membeku” di perairan, namun tanggal dan lokasi spesifiknya belum dapat diverifikasi secara independen.
Meski begitu, gambar tersebut memperkuat kekhawatiran akan terganggunya jalur perdagangan global. Sejak gencatan senjata sementara, tercatat hanya sekitar 15 kapal yang memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz.
Angka ini jauh di bawah rata-rata normal, yang menandakan lalu lintas pelayaran masih sangat terbatas.
Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia, sehingga gangguan ini berdampak luas terhadap ekonomi global. Mekanisme transit kapal komersial menjadi salah satu isu utama dalam negosiasi yang sedang berlangsung.
Wakil Presiden AS, J.D. Vance, bertolak dari Washington menuju Islamabad untuk memimpin delegasi. Sebelum keberangkatan, ia memperingatkan Iran agar tidak mencoba “mempermainkan” Amerika Serikat dalam proses perundingan.