UMKM Lampung Menjerit Buntut Naiknya Harga Plastik, Anggota DPR: Kuncinya Cuma Hilirisasi 
soni yuntavia April 12, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kenaikan harga plastik tak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lampung untuk mulai beradaptasi dengan mencari alternatif kemasan yang lebih terjangkau.

Sejumlah pelaku usaha makanan dan minuman kini mengaku mulai mempertimbangkan penggunaan bahan non-plastik, seperti kertas atau kemasan ramah lingkungan, demi menjaga keberlanjutan usaha mereka.

“Kalau terus pakai plastik, biaya makin tinggi. Sekarang mulai coba kemasan lain, walau belum sepenuhnya efisien,” ujar salah satu pelaku UMKM di Bandar Lampung.

Kenaikan harga plastik sendiri dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia serta gangguan distribusi global akibat konflik geopolitik. Kondisi ini berdampak pada rantai pasok bahan baku plastik yang masih bergantung pada impor.

Anggota Komisi VI DPR RI, E. Herman Khaeron, menilai fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia perlu mempercepat penguatan industri dalam negeri, terutama di sektor hilirisasi.

Menurutnya, ketergantungan pada bahan baku impor membuat pelaku usaha domestik rentan terhadap gejolak global, termasuk kenaikan harga energi dan biaya logistik.

“Ini momentum untuk memperkuat produksi dalam negeri, agar pelaku UMKM tidak terus-terusan terdampak faktor eksternal,” ujarnya.

Di sisi lain, perubahan strategi UMKM ini juga dinilai dapat membuka peluang baru, khususnya dalam pengembangan industri kemasan lokal yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin krisis harga plastik justru menjadi titik awal transformasi UMKM menuju praktik usaha yang lebih adaptif dan ramah lingkungan.

( Tribunlampung.co.id ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.