Eks Walikota Bontang Gabung Demokrat Kaltim, Akui Kagum dengan Figur Irwan Fecho
Budi Susilo April 12, 2026 11:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Keputusan eks mantan Walikota Bontang, Basri Rase untuk bergabung ke Partai Demokrat akhirnya terjawab secara gamblang. 

Ia mengungkapkan, alasan mendasar di balik langkah politiknya yang cukup menyita perhatian publik di Kalimantan Timur (Kaltim).

Basri Rase secara terbuka menyinggung adanya ketidakcocokan dengan partai sebelumnya serta kekagumannya terhadap kinerja salah satu tokoh Demokrat, Irwan Fecho.

Keputusannya hengkang dipicu oleh rasa tidak nyaman terhadap dinamika di internal partai lamanya. 

Baca juga: Demokrat Kaltim Tancap Gas Pasca Pemilu, Instruksi Partai Tak Boleh Pasif

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menyukai adanya intervensi yang terlalu dalam terhadap kebijakan di daerah.

"Kalau itu sudah pasti, nggak cocok saya. Saya nggak mau partai itu terlalu banyak intervensi. Saya ingin partai benar-benar memberikan hak kepada daerah masing-masing untuk menentukan yang terbaik," tegas Basri, Minggu (12/4/2026).

Ia pun merasa prestasinya selama memimpin Bontang seperti raihan opini WTP yang konsisten hingga menjadikan Bontang sebagai kota terkecil terbersih se-Asia Tenggara seolah tidak dihargai secara proporsional oleh sistem yang lama.

"Masak kader yang berprestasi lantas diapa-apain kan? Saya punya suara saya sendiri," imbuhnya.

Selain persoalan otonomi kader di daerah, sosok Irwan Fecho menjadi magnet kuat yang menarik Basri masuk ke jajaran partai berlambang bintang mercy tersebut.

Basri mengaku saksi hidup bagaimana perjuangan Irwan saat duduk di kursi DPR RI dalam membawa anggaran pusat ke Benua Etam.

"Beliau kinerjanya luar biasa. Banyak anggaran yang dibawa dari pusat ke Kaltim. Perjuangan untuk Mahakam Ulu, jalan terisolir, hingga bandara itu yang membuat saya ingin bergabung," tutur Basri Rase.

Baca juga: Ditunjuk AHY Jadi Bendahara Umum DPP, Irwan Fecho Lepas Jabatan Ketua Demokrat Kaltim

Baginya, Irwan Fecho adalah contoh nyata bagaimana seorang "wong cilik" dari Sangkulirang mampu membuktikan diri lewat karya nyata tanpa harus menjadi "darah biru" politik.

Di mata Basri, Partai Demokrat saat ini menawarkan iklim organisasi yang jauh lebih sehat dan setara.

Ia menilai tidak ada dominasi figur tunggal yang mematikan ruang gerak kader lainnya.

"Dari sisi organisasi, Demokrat itu benar-benar demokratis, nggak ada superhero di situ. Semuanya mempunyai hak yang sama," jelasnya.

Basri Rase juga mengajak para pemuda dan masyarakat untuk lebih jeli dalam berpolitik. 

Ia menekankan, pentingnya mencari partai yang mampu menghargai potensi dan visi setiap orang, bukan sekadar melihat latar belakangnya.

"Kalau partai itu nggak menghargai 'wong cilik', ngapain? Makanya, bantu Demokrat ke depan karena memberikan ruang bagi orang yang punya potensi dan komitmen untuk membangun negeri ini," pungkasnya. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.