TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah bencana terjadi pada akhir pekan ini.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) fenomena cuaca ekstrem seperti angin kencang dan banjir menjadi peristiwa bencana yang mendominasi di beberapa wilayah Indonesia pada periode ini.
Di antaranya, hujan disertai angin kencang melanda Desa Cibedug dan Desa Banjarsari di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (11/4/2026), pukul 16.10 WIB.
Kapusdatin Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor sebanyak 18 unit rumah rusak akibat angin kencang.
“Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap dikarenakan terbawa angin atau tertimpa pohon yang tumbang,” katanya, Minggu (12/4/2026).
Baca juga: Bandung Diterjang Angin Kencang Lagi, 1 Orang Meninggal Dunia Tertimpa Pohon
Angin kencang juga menyebabkan dua unit sekolah mengalami rusak sedang.
Pohon yang tumbang di Jalan Gagak Veteran 3 sempat menyebabkan kemacetan di ruas jalan tersebut.
Cuaca ekstrem juga melanda wilayah Kabupaten Subang di Jawa Barat pada Jumat (10/4/2026).
Angin kencang menerjang dua desa yang berada di dua kecamatan yakni Desa Bunihayu di Kecamatan Jalancagak, serta Desa Tegalurung di Kecamatan Legon Kulon.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sabtu 11 April 2026: Jabar Waspada Angin Kencang
“Sebanyak 144 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan rincian 62 unit rumah rusak ringan, 60 unit rumah rusak sedang, sementara 22 unit lainnya mengalami rusak berat,” katanya.
Sementara itu, di Bandung banjir merendam 5 desa dan 3 kelurahan yang berada di tiga kecamatan pada Jumat (10/4/2026).
Banjir dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Citarum meluap dan merendam permukiman warga.
Adapun wilayah yang terdampak banjir meliputi Desa Bojong Dari dan Desa Bojongsoang di Kecamatan Bojongsoang, Kelurahan Baleendah dan Kelurahan Andir di Kecamatan Baleendah, serta Desa Citeureup, Desa Daeyuhkolot, Desa Cangkuang Wetan, dan Kelurahan Pasawahan di Kecamatan Dayeuhkolot.
BPBD setempat melaporkan, sebanyak 693 rumah warga terendam dengan ketinggian muka air berkisar antara 10 hingga 130 sentimeter.
Akibatnya, sebanyak 43 jiwa yang berada di Desa Citeureup dan 22 jiwa yang berada di Desa Cangkuang terpaksa harus mengungsi.
Warga yang berada di Desa Citeureup mengungsi ke Masjid An-Nur di RW 13 Sukabirus.
“Sementara sebanyak 1.723 jiwa lainnya masih menempati tempat tinggal mereka meski terendam banjir,” katanya.
Cuaca ekstrem juga melanda wilayah di Provinsi Jawa Tengah.
Hujan deras dengan durasi yang lama memicu aliran Sungai Kedung Baung meluap ke pemukiman warga yang berada di Desa Juwangi dan Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Jumat (10/4/2026) pukul 17.00 waktu setempat.
Banjir sempat menutup akses jalan Utama di Desa Pilangrejo.
“Banjir juga dilaporkan berdampak pada 106 unit rumah warga. BPBD Kabupaten Boyolali segera berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan kaji cepat serta pendistribusian logistik untuk warga yang terdampak,” katanya.
Wilayah lain di Jawa Tengah yang juga dilanda banjir yakni berada di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.
Sebanyak empat kelurahan dan satu desa dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian berkisar mulai dari 20 hingga 125 sentimeter.
“Wilayah terdampak banjir yakni Desa Mulyorejo, Kelurahan Cepu, Kelurahan Balun, Kelurahan Karangboyo dan Kelurahan Ngelo,” katanya.
Sementara di Kabupaten Demak, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Jragung, Kecamatan Karangawen pada Jumat (10/4), pukul 15.00 waktu setempat.
Angin kencang menyebabkan 31 unit rumah rusak ringan dan 3 unit rumah rusak sedang.
“BPBD Kabupaten Demak melaporkan, kerusakan rumah mayoritas terjadi pada bagian atap. BPBD segera melakukan asesmen dan pendataan ke lapangan bersama dengan pemerintah kecamatan didampingi pemerintah desa,” katanya.
Sementara itu, dua kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur juga dilanda cuaca ekstrem yakni Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pacitan.
Hujan deras disertai angin kencang melanda tiga desa yang berada di Kecamatan Gucialit pada Jumat (10/4/2026).
Desa terdampak meliputi Desa Dadapan, Desa Tunjung, dan Desa Kertowono.
“Sebanyak 31 unit rumah dilaporkan mengalami rusak ringan serta 1 rumah lainnya dilaporkan rusak berat diterjang angin kencang,” tuturnya.