Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak Rp100 Ribu Tiap Hari, Diancam Diteriaki Maling
Acos Abdul Qodir April 12, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Praktik premanisme di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menjadi sorotan setelah sebuah video viral mengungkap beban pungutan liar (pungli) yang mencekik para sopir bajaj.

Dalam rekaman tersebut, terungkap fakta bahwa para sopir harus menyisihkan pendapatan hingga Rp100 ribu per hari hanya untuk melayani permintaan sejumlah oknum di lapangan.

Jika menolak, mereka menghadapi ancaman mulai dari perusakan armada hingga intimidasi psikologis yang ekstrem.

Operandi Pemalakan Berulang

Aksi pemalakan ini diketahui terjadi secara sistematis dan bertubi-tubi. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria menghampiri bajaj yang tengah terparkir untuk meminta uang.

Tidak berselang lama setelah kelompok pertama pergi, pria lain kembali datang melakukan pungutan serupa kepada sopir yang sama.

Seorang penumpang yang merekam kejadian tersebut sempat mengonfirmasi besaran pungli kepada sang sopir.

Dengan nada lirih, pengemudi roda tiga itu mengeluhkan total pungutan yang mencapai Rp100 ribu setiap harinya.

"Bukannya saya enggak berani ngelawan, tapi cari makannya di situ," keluh sopir tersebut kepada penumpangnya.

Baca juga: Viral Pria Minum Oli demi Stamina, Pakar Peringatkan Risiko Paru-Paru Rusak hingga Kematian Mendadak

Ancaman 'Diteriaki Maling'

Tekanan yang dialami para sopir bukan sekadar intimidasi verbal biasa. Para pemalak kerap melontarkan ancaman fisik hingga ancaman merusak unit bajaj.

Bahkan, muncul modus intimidasi dengan ancaman diteriaki maling untuk memicu amuk massa secara tidak benar jika para sopir berani menolak memberi uang.

Kondisi ini membuat para sopir hanya bisa pasrah karena ketergantungan mereka pada kawasan tersebut sebagai sumber mata pencaharian utama.

Respons Cepat dan Penyelidikan

Kepolisian Menyikapi keresahan publik, Polsek Metro Tanah Abang segera bergerak melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku yang terekam dalam video tersebut.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, memastikan pihaknya tengah melakukan upaya pengejaran di lapangan.

"Saat ini anggota masih melakukan lidik untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pemalakan," tegas Dhimas saat dihubungi, Minggu (12/4/2026).

Patroli Gabungan dan Peran Lingkungan

Sebagai langkah preventif ke depan, kepolisian akan memperkuat sinergi lintas instansi di titik-titik rawan pungli di wilayah Jakarta Pusat. Fokus utama adalah mengembalikan rasa aman bagi pekerja sektor informal dan pengguna transportasi publik.

"Koordinasi dengan pihak terkait misal kecamatan dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan untuk melaksanakan patroli bersama-sama di wilayah rawan pungli," tutur Dhimas.

Selain itu, pihak kepolisian meminta pejabat lingkungan mulai dari tingkat RT, RW, hingga Lurah untuk meningkatkan kepedulian wilayah.

Tujuannya adalah melakukan deteksi dini guna mencegah aksi kriminalitas sebelum terjadi.

"Agar semua pihak terkait tidak hanya kepolisian mampu mencegah sebelum hal tersebut terjadi," pungkasnya.

Analisis Taktis: Menjamin Keamanan Ekonomi Mikro

Fenomena ini menegaskan perlunya kehadiran negara secara konsisten di pusat-pusat ekonomi rakyat seperti Tanah Abang.

Pungutan liar sebesar Rp100 ribu per hari bukan hanya tindak pidana, melainkan hambatan serius bagi kesejahteraan pekerja kelas menengah ke bawah.

Langkah patroli gabungan diharapkan tidak bersifat temporer.

Penertiban yang berkelanjutan sangat krusial untuk memutus rantai premanisme agar ekosistem ekonomi di pasar tekstil terbesar se-Asia Tenggara ini tetap sehat dan bebas dari intimidasi kelompok tertentu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.