Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Global, Desak Pemimpin Negara Hentikan Perang
Ryan Nong April 13, 2026 12:19 AM

POS-KUPANG.COM, VATIKAN -- Paus Leo XIV mengkritik konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Dia menyerukan penghentian perang dan mendesak para pemimpin dunia mengedepankan dialog.

Dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus pada Sabtu, Paus kelahiran Chichago Amerika Serikat itu menekankan perlunya mengakhiri kekerasan dan pendekatan militer.

“Cukup dengan penyembahan diri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang!” ujarnya dikutip dari Anadolu, Minggu.

Ia menambahkan bahwa kekuatan sejati ditunjukkan melalui upaya melindungi kehidupan. “Kesungguhan kekuatan terlihat dalam melayani kehidupan,” katanya.

Baca juga: Perundingan Iran - AS Gagal Capai Kesepakatan, JD Vance Ungkap Daftar Ganjalan Negosiasi

Meski tidak menyebut nama pemimpin tertentu, Paus mengkritik tindakan yang dibanggakan sebagian pihak meski menimbulkan korban jiwa.

Ia juga menyoroti penderitaan anak-anak di wilayah konflik.

“Saya menerima banyak surat dari anak-anak di zona konflik… mari kita dengarkan suara anak-anak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menyusul komentarnya sebelumnya yang menyebut ancaman kehancuran “seluruh peradaban” akibat penutupan Selat Hormuz sebagai hal yang “benar-benar tidak dapat diterima.”

Paus Leo XIV juga menyerukan agar para pemimpin segera kembali ke jalur diplomasi.

“Kami berseru kepada mereka: hentikan! Ini saatnya untuk damai! Duduklah di meja dialog dan mediasi,” katanya, seraya mengingatkan agar tidak mengambil keputusan yang mengarah pada peningkatan persenjataan dan aksi mematikan.

Perang antara AS dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari telah menewaskan lebih dari 3.000 orang dalam beberapa pekan terakhir, sebelum gencatan senjata dimediasi Pakistan awal pekan ini.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, serta ke Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, serta membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz.

AS dan Iran juga menggelar perundingan di Islamabad pada Sabtu untuk mengakhiri konflik secara permanen, namun belum mencapai kesepakatan. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.